News & Info
Home » Blog » Tak Benar Penyelundupan Amunisi di Deiyai

Tak Benar Penyelundupan Amunisi di Deiyai

Situasi keamanan di Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Senin (15/4), sempat tegang. Hampir seluruh warga merasa ketakutan, karena tiba-tiba ada isu bahwa seseorang telah menyelundupkan 1 magasin berisi 36 butir peluru di Kampung Tenedagi. Isu itu dicium pihak keamanan. Sejumlah anggota Polri dan TNI langsung “turun” ke sana untuk menyitanya, tapi ternyata tidak menemukan barang bukti.

Tokoh masyarakat, Tokoh Gereja bersama Kepala Kampung dan warga setempat justru kaget dengan isu tersebut. Mereka mengatakan kepada aparat keamanan yang tiba di Tigi Barat, bahwa tidak ada penyelundupan amunisi.
“Di sini aman-aman saja, tidak ada gerakan tambahan dari warga Tigi Barat. Penyelundupan 36 butir peluru itu hanya isu saja,” ujar Amos Agapa, Kepala Suku Mee di Distrik Tigi Barat, di hadapan aparat keamanan.

Kata Amos, karena adanya isu itu ditambah lagi kehadiran polisi dan tentara serta pengurus KNPI, Pramuka dan Sat Pol PP Kabupaten Deiyai di Tigi Barat, warga makin cemas. Situasinya bahkan sempat tegang. “Isu tidak benar itu bikin masyarakat ketakutan, dan kami semua di sini kaget dengan isu penyelundupan amunisi. Orang siapa yang sebarkan isu itu melalui SMS, kami masih cari tau,” tuturnya.
Sebelumnya, melalui pesan singkat beredar isu penyelundupan amunisi oleh salah satu warga Kampung Tenedagi. Katanya, ada orang menyimpan 1 magasin berisi 36 butir peluru. Dalam SMS yang tersebar luas itu tak disebutkan jenis peluru dan senjatanya.

Ketika dihubungi Selasa (16/4) sore, Kepala Distrik Tigi Barat, Fransiskus Ign. Bobii, S.Ap, menegaskan, isu tidak benar itu disebarkan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan maksud tertentu. Karena itu, ia sangat menyesalkan sebab hal tersebut telah berdampak membawa situasi tegang di tengah masyarakatnya.
Kata Frans, selama ini wilayah yang dipimpinnya aman. Tak pernah ada gerakan tambahan, apalagi sampai masyarakat bikin organisasi terlarang. “Kami mau tegaskan Semua komponen di Tigi Barat mengutuk keras pelaku penyebar SMS bohong itu. Tidak ada penyelundupan amunisi di Tenedagi,” ujarnya.
Menyikapi isu tak benar itu, Kepala Distrik bersama para tokoh melakukan koordinasi dengan semua pihak. Termasuk Muspida. Hal ini selain untuk memberi rasa aman warga Tigi Barat, juga untuk mengecek kebenaran isu penyelundupan amunisi.

“Kami koordinasikan dengan Muspida, dan situasi sudah aman, sehingga kami himbau kepada masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Frans.
Kapolres Paniai, AKBP Semmy Ronny TH Abba dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (16/4) malam, mengatakan, setelah anggotanya mengecek langsung, isu tersebut ternyata tak terbukti. Diduga, isu dikembangkan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Kapolres menghimbau, sebaiknya tidak perlu sebarkan isu tidak benar yang ujung-ujungnya meresahkan warga. Semua pihak diharapkan mengambil bagian untuk menjaga situasi daerah tetap aman terkendali.
Dalam pembicaraan terbuka, disepakati bahwa semua pihak akan mencari tahu siapa pelaku penyebar isu tersebut. Sebab, hal itu justru membawa situasi daerah tegang. Warga ketakutan tidak hanya karena santernya isu tidak benar, tetapi juga kehadiran aparat keamanan di distrik itu turut menegangkan situasi. Walaupun memang kehadiran aparat keamanan di sana untuk menjalankan tugas pengamanan menyusul tersiarnya informasi tak bertuan itu.

Situasi kembali normal setelah ada upaya baik dari semua pihak. Sehingga, Wakil Kepala Suku Mee di Distrik Tigi Barat, Marselus Badii menegaskan, jangan ada oknum tertentu datang mengacaukan daerah yang selama ini aman.
Kepala Suku Mee di Distrik Tigi Barat pun setuju untuk memperketat pengamanan dengan bangun pos penjagaan di pintu masuk Tigi Barat. Pos dibuka sejak Senin malam, dengan tujuan aparat kampung, Hansip bersama para pemuda menjaga keamanan demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.