Suku Pribumi Nabire Minta Pemkab Buat Perda Perlindungan Hak Ulayat
Konflik tanah di Kabupaten Nabire sangat tinggi. Selain klaim investasi-investasi baik perkebunan dan pertambangan yang diperoleh secara ilegal tapi, juga klaim suku-suku dari luar Kabupaten Nabire (minta maaf bukan untuk menyinggung tapi ini realita), sehingga keberadaan masyarakat Pribumi atas tanah mulai tersingkir. Ditambah lagi didogma oleh pihak-pihak yang ingin merampas dan mengklaim wilayah-wilayah adat masyarakat pribumi.
Bicara sebuah wilayah adat, berarti tidak terlepas dari; Hak Ulayat,Hak Adat dan yang paling terakhir Hak Garapan. Tetapi hak garapan itu ada ketika disetujui oleh si pemilik Hak Ulayat dan Hak Adat, karena tanah diPapua berbasis Tanah Adat.
Sejak Kabupaten Nabire didirikan dibawah kendali Indonesia dan pemerintahan Kabupaten Nabire berdiri hingga kini, belum ada sebuah regulasi bahkan PERDA Kabupaten Nabire yang dibuat untuk memproteksi Masyarakat Adat dan Suku Pribumi di Nabire. Tapi juga terkesan dan terindikasi telah terjadi proses genosida terhadap masyarakat adat di Nabire atas haknya dan terkesan dibiarkan.
Saya mengritisi hal menyangkut tanah adat di nabire karena, bebarapa tahun terakhir sebahagian tanah-tanah adat suku-suku di nabire diklaim oleh beberapa suku dari luar dengan cara tak wajar misalnya; Ketika berburu disebuah wilayah, kemudian mereka mengklaim itu wilayah mereka atau, misalnya; berkebun tampa ijin kemudian mengklaim itu wilayah mereka.
Disini peran pemerintah harusnya eksis sehingga hak tanah sebuah komonitas tidak hilang akibat klaim suku-suku lain.
Bagaimana kita mau bersatu untuk menekan laju klaim corporasi dan kapitalisme atas tanah-tanah di Papua ? Kalau kita sendiri sesama Papua mencoba mengklaim dan menghilangkan hak tapi juga identitas sebuah suku….?
Bupati Nabire, sudah 2 (Dua) priode anda memimpin daerah ini (Nabire) buat sebuah regulasi yang kemudian didorong menjadi PERDA untuk memproteksi hak sebuah suku,wilayah dll, sehingga keberadaan dan eksitensi sebuah komunitas tetap ada.
Robertino Hanebora
(Penulis adalah Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua Nabire)
[Nabire.Net]



Leave a Reply