Serem !! Ini Penampakan Kamar Mandi Ruang IGD RSUD Nabire Yang Jorok & Minim Penerangan

Rumah Sakit seharusnya menjadikan pasiennya sehat serta memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya. Tentunya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal tersebut, dibutuhkan sarana dan fasilitas rumah sakit yang higienis dan bersih, salah satunya kamar mandi rumah sakit.
Namun pemandangan berbeda dijumpai warga Nabire di kamar mandi Instalasi Gawat Darurat RSUD Siriwini Nabire. Pasalnya kamar mandi yang ada di IGD RSUD Nabire, sangat jauh dari kesan higienis, bahkan salah satu kamar mandinya tidak memiliki lampu penerangan, sehingga membuat pasien maupun pengunjung RSUD Nabire merasa jijik dan tidak nyaman.
Pengalaman pahit tersebut dialami Dewi Panjaitan, salah seorang warga Nabire yang sedang menjaga kakaknya yang sedang menderita penyakit Muntaber dan sedang dirawat di IGD RSUD Nabire.
Saat ingin ke kamar mandi, Dewi shock menjumpai kondisi 2 kamar mandi di IGD RSUD tersebut sangat jorok. Salah satu diantaranya bahkan tidak memiliki lampu.
“Di IGD itu ada 2 kamar mandi di belakang, yang satu terbuka, yang satu tertutup. Saat mau masuk, kamar mandinya jorok sekali dan tidak ada lampunya. Besok, saat kamar mandi yang satu dibuka, kondisinya sama joroknya”, keluh Dewi kepada Nabire.Net, Senin malam (30/07).
Dewi berharap agar pihak RSUD Nabire bisa memperhatikan kebersihan rumah sakit, karena kakaknya sendiri yang menderita sakit muntaber, jijik dan enggan masuk ke kamar mandi yang jorok tersebut.
Seperti diketahui Rumah Sakit Umum Daerah Siriwini Nabire ini pada akhir 2017 lalu dikunjungi Presiden Joko Widodo. Jokowi berharap dengan dinaikkan statusnya menjadi Rumah Sakit Tipe B, masyarakat yang ada di Nabire serta kabupaten lainnya di wilayah pegunungan tengah dapat menikmati pelayanan yang baik di rumah sakit Nabire.
Selain itu, Jokowi juga berpesan agar semua fasilitas dan ketersediaan SDM di RSUD Nabire harus semakin baik untuk melayani masyarakat, dan tentunya rumah sakit juga harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama kepada warga masyarakat yang kurang mampu.
Namun apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo berbanding terbalik dengan pengalaman yang dialami Dewi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa RSUD Siriwini Nabire belum maksimal melayani pasiennya.
Saat meminta tanggapan dari Dirut RSUD Nabire, Dr. Johny Ribo Tandisau, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
[Nabire.Net]







fani
coba kita su bayar biaya berobat begitu, fasilitasnya yg bersih ka. tidak usah bagus, yang penting bersih saja itu sudah lebih dari cukup untuk tong.
nabire ini kota kotor sampe, dari sampah sampai rumah sakit