INFO NABIRE
Home » Blog » Seminar & Workshop Sehari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Nabire

Seminar & Workshop Sehari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Nabire

idi

Penularan penyakit HIV/AIDS di kabupaten Nabire sudah sampai pada kondisi yang memprihatinkan, sehingga diperlukan kesadaran dari seluruh komponen warga masyarakat Nabire.

Demikian dikemukakan Pejabat Bupati Nabire, Sendius Wonda SH M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Nabire, Ir Sukadi, saat membuka Seminar dan Workshop sehari, dalam rangka memperingati HUT ke 65 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang berlangsung sabtu (24/10) bertempat di Guest House Nabire.

Seminar yang digelar IDI cabang Nabire tersebut, mengusung tema “Sirkumsisi atau sunat sebagai bentuk lain pencegahan penyakit HIV/AIDS, dalam upaya menyelamatkan Papua”.

Menurut Sendius Wonda, upaya memerangi HIV/AIDS perlu mendapat perhatian dari seluruh pihak karena penyakit tersebut seperti fenomena gunung es. Masih banyak yang belum terdeteksi padahal mereka sudah tertular.

Upaya penyelamatan warga Papua dari penyakit HIV/AIDS melalui sunat atau sirkumsisi tersebut merupakan langkah tepat dan efisien.

Hal terpenting bagi masyarakat agar tidak tertular HIV/AIDS adalah perlunya kesadaran dan bertanggung jawab terhadap hidup yang sudah Tuhan anugerahkan. Sedangkan bagi yang sudah terinfeksi HIV/AIDS agar terus berobat karena pengobatan sudah difasilitas oleh pemerintah.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua IDI cabang Nabire, Dr.Frans Sayori mengatakan, tingginya penyakit HIV/AIDS di Nabire dikarenakan keaktifan para tim medis dan LSM dalam menemukan penderita HIV/AIDS.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Nabire per juli 2015 menurut Dr Frans Sayori sebanyak 5155 kasus atau peringkat pertama di Papua.

Dalam workshop tersebut menampilkan 3 nara sumber, diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Yulian Agapa M.Kes menyajikan materi tentang prevalensi HIV di Nabire, Sekretaris KPA Provinsi Papua, Drh.Constant Karma menyajikan materi tentang sunat sebagai pencegahan HIV, dan Dr Lasman dari PKM Enaro kota yang memberi materi tentang sirkumsisi metode preveks.

Dikatakan Dr Frans Sayori, upaya penanggulangan HIV/AIDS di Nabire membutuhkan keterlibatan seluruh komponena masyarakat dan pemangku kepentingan di Nabire.

(RRINabire)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.