Saatnya Warga Papua Kembali Ke Pangan Lokal

Paniai – Pandemi covid-19 menyebar dengan cepat di seluruh dunia dan menyebabkan banyak korban berjatuhan di seluruh penjuru dunia , hal ini menyebabkan banyak negara atau wilayah menerapkan lockdown atau karantina demi bisa menekan dan memutus rantai penyebaran virus corona agar tidak menyebar dengan cepat dan menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Akibatnya, dengan lockdown ini tebukti beberapa negara berhasil melakukannya dan berhasil menekan rantai penyebaran virus corona.
Namun disisi lain, masalah lockdown ini telah membuat ketahanan pangan di setiap negara mengalami penurunan atau menipis dengan sangat cepat, akibatnya untuk sembako atau bahan makanan dan kebutuhan lainnya menjadi sulit didapat .
Tidak terkecuali di Papua sendiri, jika tidak diperhitungkan dengan baik akan sangat mengganggu ketahanan pangan serta berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat.
Pemprov Papua senditi telah menerapkan karantina wilayah diikuti oleh beberapa wilayah adat yang ada di Papua seperti wilayah adat meepago dan lapago yang menutup jalur transportasi.
Walaupun keputusan pemerintah provinsi Papua ini banyak terjadi pro dan kontra tetapi saya sendiri secara pribadi sangat setuju dan mengapresiasi pemerintah provinsi Papua yang dengan tegas dan berani menerapakan karantina wilayah.
Hal ini dapat dilihat kondisi Papua saat ini yang hanya punya beberapa rumah sakit saja yang mempunyai rumah sakit bestandar nasional dan banyak rumah sakit lain yang buruk dan kekurangan insfratuktur , selain rumah sakit adalah tenaga medis di papua juga sangat minim.
Kegiatan ekonomi di papua juga dikurangi, contohnya seperti di pasar, pasar hanya diperbolehkan beroperasi pukul 6 sampai 2 siang wit, dan dilanjutkan dengan pasar mama mama Papua yang di izinkan buka pukul 2 siang sampai 8 malam wit.
Dengan keterbatasan ekonomi ini pasti akan membuat penyaluran barang dari luar Papua yang masuk ke Papua juga akan terhambat.
Dengan persediaan beras dan bahan makanan lain yang akan menipis, seolah mengingatkan kepada masyarakat Papua untuk kembali berkebun atau bercocok tanam dan kembali ke pangan lokal seperti ubi, sagu dan juga sayur sayuran, larena selama ini kita sangat bergantung dengan pangan dari luar Papua seperti beras, bahkan banyak dari kita yang merasa tidak akan kenyang jika hanya makan ubi atau sagu saja.
Contoh yang disini saya bisa ambil adalah saya sendiri, ketika makan ubi seolah itu seperti asing bagi saya, karena selama ini kita sangat terbiasa dengan nasi dan makanan lain yang didatangkan dari luar Papua. Karena kita tiap harinya sudah terbiasa dengan makanan yang didatangkan dari luar papua.
Hal hal seperti ini tidak lain adalah akibat dari pemerintah yang terlalu memanjakan masyarakat dengan beras raskin dan sebagainya yang membuat masyarakat hanya berharap kepada pemerintah tanpa harus susah payah bekerja di kebun untuk bercocok tanam. Pemikiran seperti inilah yang akhrinya membuat masyarakat menjadi jenuh untuk bercocok tanam dan hanya mengharapakan yang lebih dari pemerintah.
Padahal jika kita lihat kebelakang dulu kita bisa hidup hanya dengan mengandalkan hasil pangan lokal dari alam Papua tanpa bergantung atau mengharapkan pangan dari luar Papua untuk memenuhi kehidupan kita sehari hari, untuk kembali menanamkan budaya bercocok tanam di Papua saat ini juga akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Papua, salah satu hal yang bisa dilakukan sama pemerintah saat ini adalah dengan membagikan bibit bibit tanaman ,alat alat berkebun ,dan sebagainya kepada masyarakat di papua agar menggairakan kembali budaya bercocok tanam di Papua.
Disini maksud saya kembali bercocok tanam bukan berarti kita meninggalkan semua pangan yang didatangkan dari luar Papua, tetapi sebaiknya kembali menggairahkan kembali budaya bercocok tanam yang saat ini hampir jarang ditemukan di Papua ini akan bagus bagi kehidupan yang akan datang agar kedepannya, saat terjadi hal hal seperti yang terjadi sekarang ini kita siap untuk mengantisipasinya tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah. Selain itu hasil dari berkebun kita juga nantinya kita bisa jualkan kembali untuk memperbaiki ekonomi kita dan juga banyak hal lain yang dapat kita lakukan dengan hasil alam yang kita peroleh.
Harapan bagi pemerintah saat ini adalah jangan hanya membagikan sembako dan hal hal lainya kepada masyarakat tetapi pemerintah juga harus membagikan bibit tanaman baik itu ubi, sagu, alat kerja dan sebagainya agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan pangan lokal tanpa harus menunggu atau mengharapkan pangan dari luar Papua.
[Nabire.Net/Demianus Bunai]


Leave a Reply