INFO NABIRE
Home » Blog » Rumah Milik Ibu Rumah Tangga di Kimi Nabire Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Rumah Milik Ibu Rumah Tangga di Kimi Nabire Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

(Rumah Milik Ibu Rumah Tangga di Kimi Nabire Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki)
(Rumah Milik Ibu Rumah Tangga di Kimi Nabire Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki)

Nabire, 9 Juli 2026 – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di kawasan Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (9/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan rumah beserta sebagian besar harta benda, termasuk perabotan dan dokumen penting milik korban, dilaporkan musnah dilalap api.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.39 WIT. Laporan pertama diterima oleh petugas pemadam kebakaran dari seorang pelapor bernama Antonius. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Provinsi Papua Tengah langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan evakuasi.

(Tim Damkar Papua Tengah)

Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Rini Laloan (32), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Poros Samabusa, Kampung Kimi, Kabupaten Nabire.

Berdasarkan laporan resmi dari Damkar Provinsi Papua Tengah, petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 13.39 WIT. Hanya berselang empat menit kemudian, tepat pukul 13.43 WIT, Regu II Piket Siaga Damkar diberangkatkan menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam berkapasitas 10.000 liter dan 5.000 liter.

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 13.55 WIT dan langsung melakukan proses evakuasi serta penanganan kebakaran mulai pukul 13.57 WIT. Berkat respons cepat petugas, proses penanganan berhasil diselesaikan sekitar pukul 14.30 WIT sehingga api tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas belum dapat memastikan apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian, maupun faktor lainnya.

Dalam laporan resmi Damkar disebutkan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah dilaporkan selamat. Selain itu, tidak ada petugas pemadam maupun relawan yang mengalami cedera selama proses penanganan berlangsung.

Meski demikian, kerugian material yang dialami korban diperkirakan cukup besar. Bangunan rumah mengalami kerusakan akibat terbakar, sementara berbagai perabotan rumah tangga serta surat-surat penting milik keluarga juga tidak berhasil diselamatkan dari kobaran api.

Operasi penanganan kebakaran melibatkan Regu II Piket Siaga Damkar Provinsi Papua Tengah yang terdiri dari Ronald Arronggear, Marthinus Sada, Ronny Muyapa, Moh. Alghozali, Deki Migau, Edward Wambrauw, Roberto Asaribab, Roberto Sembor, Andriano Nuburi, Teguh Manggaprouw, Israel Rumaseuw, dan Wilda Ukago.

Selain personel inti, operasi juga mendapat dukungan dari tim cadangan yang terdiri atas Alfred Y, M. Sidik Somar, Cridosando Komboy, Kenny Rumabar, Joseph Wonatorey, dan Yeremias Monei.

Penanganan di lapangan turut dibantu oleh pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Tengah, yakni Ibrahim Tiumlafu, Yeginus Gire, Arman Aibekop, dan Nando Adii.

Respons cepat petugas dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Mengingat sebagian kawasan permukiman di Nabire memiliki jarak antarbangunan yang relatif berdekatan, kebakaran berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas apabila penanganan terlambat dilakukan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan elektronik sesuai standar, serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) dapat menjadi langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebakaran.

Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan penyebab kebakaran sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada korban yang kehilangan tempat tinggal dan berbagai dokumen penting akibat musibah ini. Informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan maupun estimasi kerugian material akan disampaikan setelah proses pendataan dan pemeriksaan selesai dilakukan.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.