Razia Gabungan TNI-Polri Amankan 17 Senjata Tajam di Dogiyai
Dogiyai, Aparat gabungan TNI dan Polri mengamankan 17 senjata tajam dalam operasi pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan masyarakat di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (6/10/2026).
Razia tersebut digelar sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi tindak kriminal yang dapat dipicu oleh kepemilikan senjata tajam maupun peredaran minuman keras.
Operasi berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 11.20 WIT dengan melibatkan personel Polres Dogiyai, BKO Brimob Yon A Polda Papua Barat, Koramil 1705-04/Moanemani, serta Satgas Yonif 405/SK.
Kegiatan dipimpin Kapolres Dogiyai KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., bersama Danramil 1705-04/Moanemani Kapten Inf Yusuf Isak Rumy, S.A.P., dan Wakapolres Dogiyai AKP Andi Mapparewe.
Pemeriksaan Kendaraan di Sejumlah Titik
Dalam operasi tersebut, aparat menempatkan personel di sejumlah lokasi yang dinilai strategis, yakni Jembatan Mauwa dan Pertigaan Mauwa atau Jalan Tengah Tokapo.
Selain pemeriksaan yang dilakukan di titik pemeriksaan, satu regu lainnya bergerak secara mobile untuk memeriksa kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas. Petugas juga mengecek barang bawaan guna mengantisipasi adanya senjata tajam dan minuman keras.
Dari pemeriksaan tersebut, aparat menemukan dan mengamankan 17 bilah senjata tajam. Barang bukti terdiri atas enam parang, satu samurai, dan 10 pisau.
Seluruh barang bukti kemudian dibawa dan diamankan di Mako Polres Dogiyai untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolres Tekankan Pendekatan Humanis
Kapolres Dogiyai KOMPOL Piter Kendek mengatakan operasi tersebut merupakan langkah pencegahan untuk menekan potensi gangguan keamanan, khususnya yang berkaitan dengan kepemilikan senjata tajam dan peredaran miras di jalur Trans Nabire-Enarotali.
Menurutnya, personel yang terlibat telah diarahkan agar tetap mengutamakan profesionalitas ketika melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat.
“Sasaran kita fokus pada pencegahan peredaran sajam dan miras. Saya tekankan kepada personel agar bertindak profesional, humanis, sesuai SOP dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat,” kata Piter saat apel konsolidasi.
Ia menilai temuan 17 senjata tajam dalam satu kegiatan menunjukkan masih terdapat potensi masyarakat membawa senjata tanpa alasan yang sah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian aparat karena keberadaan senjata tajam di ruang publik berpotensi meningkatkan risiko terjadinya gangguan keamanan maupun tindak pidana.
Pengamanan Akan Dilakukan Berkelanjutan
Kapolres memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan di Dogiyai. Pengawasan tidak hanya diarahkan pada senjata tajam, tetapi juga terhadap peredaran minuman keras yang berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu gangguan kamtibmas.
Selama pelaksanaan razia, situasi dilaporkan berlangsung aman dan kondusif. Aparat juga mengingatkan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polres Dogiyai bersama unsur TNI berkomitmen melanjutkan langkah preventif dan pengawasan di sejumlah wilayah yang dianggap memiliki potensi gangguan keamanan.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, kondisi keamanan di Kabupaten Dogiyai diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar