Ratusan Massa KNPB Gelar Aksi di DPRK Mimika, Suarakan Aspirasi Papua
Mimika, 1 Mei 2026 – Ratusan Orang Asli Papua (OAP) yang mengatasnamakan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRK Mimika, Jumat (1/5/2026). Aksi tersebut berlangsung damai dengan penyampaian berbagai aspirasi terkait situasi sosial dan kemanusiaan di Papua.
Dalam aksi itu, massa menyuarakan sejumlah isu, di antaranya kondisi keamanan di Dogiyai dan Puncak, penolakan terhadap tindakan rasisme terhadap pelajar Papua, serta seruan penghentian aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat, seperti ekspansi perkebunan sawit. Selain itu, massa juga menuntut agar penangkapan warga sipil di Yahukimo dihentikan.
Aksi diwarnai dengan berbagai seruan seperti “Hidup Rakyat Papua” dan “Papua Pasti Merdeka,” serta pembentangan spanduk yang berisi tuntutan terkait perlindungan hak-hak masyarakat Papua.
Ketua KNPB Mimika, Yanto Awerkion, menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat kepada DPRK Mimika, khususnya terkait berbagai kasus kekerasan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia juga menyoroti jumlah pengungsi di Papua yang disebut mencapai lebih dari 100 ribu orang. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.
“Kami hadir secara damai untuk menyampaikan aspirasi rakyat Papua, dan berharap DPR dapat meneruskan suara ini kepada pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan,” ujar Yanto dalam orasinya.

Selain itu, ia menyerukan kepada seluruh pihak, termasuk aparat keamanan dan kelompok bersenjata, agar menghentikan konflik yang dinilai berdampak besar terhadap masyarakat sipil.
Yanto juga menyinggung keberadaan aparat militer di sejumlah wilayah Papua yang menurutnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar situasi lebih kondusif. Ia menilai pendekatan yang lebih humanis diperlukan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.
Aksi tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, yang menerima langsung aspirasi massa. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama anggota dewan lainnya.
Menurut Primus, salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah masih adanya masyarakat Papua yang menjadi korban kekerasan. Ia berharap ke depan tercipta kehidupan yang damai dan harmonis di tengah masyarakat.
“Aspirasi yang telah disampaikan akan kami bahas dan teruskan ke pihak yang lebih tinggi,” ujarnya.
Aksi berlangsung tertib dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka di ruang publik.
[Nabire.Net/Yosef Doo]


Leave a Reply