INFO NABIRE
Home » Blog » Pondok Pesantren Daarul Fikri Bumi Wonorejo Nabire Gelar Dzikir Bersama

Pondok Pesantren Daarul Fikri Bumi Wonorejo Nabire Gelar Dzikir Bersama

Pondok Pesantren Daarul Fikri Bumi Wonorejo Nabire, menggelar Istighosah atau Dzikir bersama para santri dan wali santri, sekaligus diadakan juga pertemuan antara para wali santri dengan asatidz Daarul Fikri.

Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk menghidupkan jiwa atau rohnya para santri dengan berdzikir dan berdoa bersama, disamping acara ini merupakan agenda rutin bulanan yang diadakan setiap bulan tepatnya pada hari minggu pertama setiap awal bulan.

Acara ini dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren Daarul Fikri beserta jajaran asatidz yang dikemas dengan pembacaan yasin fadilah dan istighosah serta disusul dengan sambutan sekaligus ramah tamah.

Acara diawali pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan Ustad Alba Ruhulhaq, dan pembacaan yasin fadilah dibawakan Ustad Khairul Umam selaku alumni Ponpes Syaichona Mochamad Cholol Bangkalan Madura. Acara ditutup dengan doa yang dibawakan Ustad Roni.

Dalam pesan-pesan yang disampaikan oleh Ustad Imam Mukhlasi Al Bucchori dikatakan bahwa pendidikan pesantren adalah pendidikan yang mendidik tetntang akhlakul karimah (budi pekerti) serta pendidikan kerohanian yang mendidik para santri untuk menjadi beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dimana dengan taqwa segala hajat dan cita-cita yang besar dapat tercapai.

Dunia pendidikan tak lepas dari peran serta 3 orang yang sangat berperan penting dalam mensukseskan dan mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Ketiga orang tersebut adalah :

  1. Guru/Ustad, mereka adalah orang yang mendidik rohnya murid dan suri tauladan yang menjadi contoh yang baik bagi seorang murid, dan peran guru inilah paling penting dalam dunia pendidikan. Disamping mengajarkan ilmu, beliau juga selalu mendoakan murid-muridnya agar menjadi insan yang mulia yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, dalam dunia pesantren ustadz dan ustadzah lebih banyak waktu untuk para santri dibandingkan dengan kepentingan pribadi, dan masih banyak lagi perjuangan para ustadz yang tidak bisa disampaikan. Maka dari itu jika salah memilih guru maka muridpun tidak akan jauh berbeda dgn sifat guru-gurunya.

  2. Orangtua, mereka adalah orang yang membantu sekaligus mendorong menggerakkan anak agar selalu betah dan bertahan di pesantren. Peran orangtua juga bukan hanya mengirim uang untuk kebutuhan anak akan tetapi orang tua harus terlibat dalam mendidik, misalkan orangtua harus selalu mengoreksi hasil belajar anak dan membimbing anak ke jalan yang lebih baik dengan cara orang tua harus menjadi contoh yang baik terlebih dahulu, kemudian jika anak berada dirumah orang tualah yang berkewajiban mengontrol aktivitas anak. Kalau di pesantren maka pasrahkan penuh kepada gurunya tak lupa juga orangtua selalu menasehati anak agar jadi anak yang sholeh dan sholehah dan ditunjang dengan selalu mendoakan anak terutama pada sepertiga malam agar anak bisa sukses dalam menimba ilmu.

  3. Lingkungan, lingkungan sangat mempengaruhi baik buruknya anak karena jika seorang anak ada di lingkungan pendidikan maka anak akan lambat laun akan terdidik dengan sendirinya mengikuti alur yang tersedia, begitupun sebaliknya jika anak berada di lingkungan preman maka tidak akan lama anak akan mengikuti tingkah laku teman di sekitarnya. “Badan makannya adalah nasi namun makanannya ruh adalah kalimat toyyibah (kata-kata baik seperti ibadah, dzikir) serta nasehat baik yang bersumber dari Allah dan rasulnya serta para salafussaleh yang beriman dan bertaqwa”. Wallahu a’lamu.

[Nabire.Net/Hairul Umam DF]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.