INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Plt Kadis Lingkungan Hidup Siap Tanggung Jawab atas Insiden Tanaman Adat di Kantor DLH Paniai

Plt Kadis Lingkungan Hidup Siap Tanggung Jawab atas Insiden Tanaman Adat di Kantor DLH Paniai

(Plt Kepala Dinas Pembersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai, Kandidat Doktor Yuliton Degei, SH, M.Pd)

Paniai, 18 Juli 2025 – Suasana di halaman Kantor Dinas Pembersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai sempat mengejutkan, setelah ditemukan adanya penanaman simbol adat berupa kayu Otika oleh orang tak dikenal (OTK), pada Jumat pagi (18/7/2025).

Plt Kepala Dinas Pembersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai, Kandidat Doktor Yuliton Degei, SH, M.Pd, mengatakan bahwa ia mendapat laporan langsung dari stafnya terkait penemuan tersebut. Tanpa menunda, ia segera menuju kantor dan mencabut sendiri kayu simbol adat itu.

“Sebagai pimpinan dinas, saya bertanggung jawab penuh atas tindakan ini, dan saya menegaskan, jika ada permasalahan apa pun—baik dari pegawai, staf honorer, maupun tenaga pembersihan—silakan datang langsung menyampaikan agar bisa kita selesaikan secara baik,” tegas Yuliton Degei.

Ia juga menambahkan, selama menjabat sebagai Plt Kepala Dinas, pihaknya telah mendata sebanyak 598 tenaga pembersihan kota, dan membayarkan honor sebesar Rp3 juta per orang secara terbuka di kantor.

Namun, karena terjadi perbedaan pendapat dan penolakan dari 19 ketua kelompok, pihaknya akhirnya menitipkan pembayaran melalui ketua-ketua kelompok tersebut.

“Kami sudah membayar langsung, namun karena ada gejolak dan beberapa tidak hadir saat pembayaran, kami titip melalui ketua kelompok. Kami terbuka dan siap bertanggung jawab atas segala proses ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, usai mencabut kayu adat yang ditanam oleh OTK, Yuliton Degei langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Paniai, sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi.

“Saya tegaskan, sebagai pimpinan, saya siap bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi di Dinas Pembersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Paniai,” pungkasnya.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

  • Manfred
    20 July, 2025 14:14 at 14:14

    Pada saat terjadi keributan.
    saya ada di tempat kantor Pembersih.
    kab.Paniai

    Kronologi ya.
    pada saat itu,kepala dinas plt,bapa doktor Yuliten Degei membayar gaji bagi pembersih kota. tetapi kepala dinas membayar nya tidak sesuai mereka terima maka dari. itu pembersih kota trima gajinya,maka terjadi keributan di kantor.
    bisa di bilang kepala dinas pembersih kota,main tanggan kotor.
    maka menanam pohon tersebut.

Your email address will not be published.