INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » PLN UP3 Nabire dan BPS Data 63 Ribu Pelanggan, Subsidi Listrik Bakal Lebih Tepat Sasaran

PLN UP3 Nabire dan BPS Data 63 Ribu Pelanggan, Subsidi Listrik Bakal Lebih Tepat Sasaran

Nabire, 17 Maret 2026 – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan pendataan pelanggan dalam program Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimulai sejak Maret hingga Agustus 2026.

Manajer UP3 PLN Nabire, Rakhel Monica Rumbewas, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut program pemerintah untuk menyelaraskan data sosial ekonomi masyarakat, khususnya terkait pelanggan listrik.

(Manajer UP3 PLN Nabire, Rakhel Monica Rumbewas)
(Manajer UP3 PLN Nabire, Rakhel Monica Rumbewas)

“PLN berkolaborasi dengan BPS untuk melaksanakan pendataan ID pelanggan dengan kondisi riil di lapangan, baik terhadap penghuni maupun bangunan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Menurut Rakhel, pendataan dilakukan oleh petugas lapangan yang melibatkan tenaga Billman yang telah mendapatkan pelatihan dari PLN dan BPS.

Ia menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan data pelanggan, khususnya terkait data kemiskinan dan pelanggan rumah tangga penerima subsidi agar lebih tepat sasaran.

“Pendataan ini diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat sehingga program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, bisa tepat sasaran,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PLN menargetkan sebanyak 63.284 pelanggan yang akan didata di wilayah kerja UP3 Nabire. Jumlah tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Papua Tengah.

Rinciannya, Kabupaten Nabire sebanyak 51.228 pelanggan, Dogiyai 3.145 pelanggan, Paniai 3.856 pelanggan, Deiyai 4.805 pelanggan, serta Intan Jaya 188 pelanggan.

Rakhel mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti rumah pelanggan yang kosong serta masih adanya masyarakat yang belum bersedia menerima petugas untuk melakukan pendataan.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas kami sehingga proses pendataan dapat berjalan lancar dan mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kolaborasi antara PLN dan BPS, diharapkan data yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan serta penyaluran bantuan sosial yang lebih presisi bagi masyarakat di Papua Tengah.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.