Petornela Giyai Resmi Pimpin WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai Periode 2026–2030
Deiyai, Konferensi Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paroki Segala Orang Kudus Diyai menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Dalam forum organisasi tersebut, Petornela Giyai resmi dipercaya memimpin WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai sebagai ketua yang baru.
Konferensi Cabang berlangsung di Aula Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus evaluasi organisasi dalam memperkuat pelayanan bagi umat Katolik di wilayah tersebut.
Acara pembukaan konferensi dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Deiyai, Robi Bobii, S.IP., yang hadir mewakili Bupati Deiyai. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peran organisasi perempuan dalam mendorong pembangunan masyarakat dan pemberdayaan perempuan.

Setelah melalui seluruh tahapan persidangan organisasi, peserta konferensi menetapkan Petornela Giyai sebagai Ketua WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai periode 2026–2030. Penetapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Ketua DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbob Adii.
Dalam sambutan usai dilantik, Petornela Giyai mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan demi mewujudkan organisasi yang semakin aktif dalam pelayanan gereja maupun kehidupan sosial.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh anggota WKRI untuk terus bersatu, saling mendukung, dan bersama-sama mengembangkan organisasi agar semakin berperan dalam pelayanan gereja maupun kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Menurut Petornela, kepengurusan yang baru juga akan berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat, program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi WKRI sebagai organisasi perempuan Katolik yang aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbob Adii, berharap kepengurusan baru dapat meneruskan berbagai program organisasi yang telah berjalan. Ia menekankan pentingnya semangat pelayanan, persaudaraan, dan pengabdian sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi.
Konferensi Cabang WKRI kali ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan peran perempuan Katolik di Kabupaten Deiyai. Melalui kepengurusan yang baru, WKRI diharapkan semakin aktif mendukung pembinaan umat, kegiatan sosial, serta pemberdayaan perempuan di lingkungan gereja dan masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2030, anggota WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai diharapkan dapat terus menjaga kekompakan dan bekerja sama menjalankan program-program organisasi. Sinergi antara pengurus, anggota, gereja, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar WKRI mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan karakter umat serta kemajuan masyarakat di Kabupaten Deiyai pada tahun-tahun mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar