Wakil Bupati Deiyai Buka Konfercab IV WKRI, Tekankan Peran Strategis Perempuan
Deiyai, Wakil Bupati Deiyai, Ayub Pigome, secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IV Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete di Waghete, Rabu (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan Katolik untuk melakukan evaluasi kepengurusan, memilih pengurus baru, sekaligus menyusun program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Konfercab juga menjadi wadah memperkuat komitmen WKRI dalam mendukung pembangunan keluarga, pelayanan Gereja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deiyai.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh Gereja, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Deiyai, Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Deiyai, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Sosial, Pastor Dekan Dekenat Tigi, Penasihat Rohani Hubert Takiami, Ketua Umum Presidium DPD WKRI Keuskupan Timika Irene Kipimbop Adii, serta para pengurus dan anggota WKRI dari berbagai ranting.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ayub Pigome memberikan apresiasi atas kontribusi WKRI yang selama ini dinilai konsisten mendukung pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurut Ayub, tema yang diangkat dalam Konfercab selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui visi “Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai”, yang menekankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Kami bersyukur WKRI hadir dan terus berkarya di Kabupaten Deiyai. Tema yang diangkat sejalan dengan visi pemerintah daerah. Karena itu kami berharap organisasi ini semakin memperkuat kerja sama dengan perangkat daerah agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Ayub.
Ia menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena berperan sebagai pilar utama keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas dan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun karakter keluarga. Pemerintah membutuhkan keterlibatan perempuan agar pembangunan dapat berjalan lebih baik. Mari terus memperkuat sinergi dengan seluruh dinas terkait demi kemajuan Deiyai,” katanya.

Sementara itu, Penasihat Rohani WKRI, Hubert Takiami, mengingatkan kembali sejarah berdirinya organisasi tersebut yang lahir dari semangat pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Ia mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga nilai-nilai pengabdian yang diwariskan para pendiri organisasi.
Hubert menekankan bahwa perempuan merupakan pendidik pertama dalam keluarga. Oleh sebab itu, pembinaan iman, pendidikan karakter, hingga pemenuhan gizi keluarga harus menjadi perhatian utama setiap anggota WKRI.
Di sisi lain, Ketua Umum Presidium DPD WKRI Keuskupan Timika, Irene Kipimbop Adii, mengatakan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan menyusun langkah strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Menurut Irene, kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan keluarga sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.
Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan serta aktif mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari pencegahan stunting, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kolaborasi bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DP3AKB, dan instansi terkait lainnya.
Selain itu, Irene menilai WKRI memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, edukasi kepada orang tua mengenai pendampingan penggunaan telepon genggam serta pembentukan karakter anak menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan.
Berbagai isu sosial tersebut dinilai semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang membawa peluang sekaligus tantangan bagi keluarga.

Melalui penyelenggaraan Konfercab IV ini, WKRI Paroki St. Yohanis Pemandi Waghete diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid, inovatif, dan siap memperluas pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antara organisasi perempuan, Gereja, dan Pemerintah Kabupaten Deiyai juga diharapkan semakin kuat sehingga dapat mendukung terwujudnya masyarakat Deiyai yang maju, harmonis, sejahtera, serta memiliki ketahanan keluarga yang lebih baik di masa mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar