Pertemuan Bupati Dogiyai dengan Kapolres Nabire & Dandim Nabire Bahas Ricuh Dogiyai

(Kericuhan Dogiyai 15 Juli 2021)

Nabire, Bertempat di ruang Kapolres Nabire, Rabu (21/07), telah dilaksanakan pertemuan antara Bupati Dogiyai, Kapolres Nabire dan Dandim 1705/Nabire, membahas peristiwa kericuhan di Dogiyai, 15 Juli lalu.

Hadir dalam pertemuan ini, Yakobus Dumupa selaku Bupati Dogiyai didampingi Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si. Hadir juga Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus, SH, S.Ik, MH, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, S.E., M.S, Korwil Binda Nabire, Letkol Laut Heri, dan Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP I Made Sudarma, SH.

Kapolres dalam pertemuan ini mengatakan, kejadian di Dogiyai pekan lalu disebabkan persoalan minuman keras, yang akhirnya berdampak luas di masyarakat.

Lanjut Kapolres, untuk menyelesaikan persoalan di Dogiyai, perlu diundang para Kepala Suku, para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama untuk mencari solusi terbaik, serta memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum.

“Kami dari pihak Kepolisian tidak akan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah karena ini kejadian sudah terlanjur terjadi sehingga kita akan bersama-sama mencari solusi yang tepat supaya permasalahan segera selesai dengan baik,” ujar Kapolres.

Kapolres juga meminta kepada Bupati Dogiyai untuk mendata seluruh korban sehingga dapat diketahui kerugian materil maupun jiwa.

Sementara itu, Dandim Nabire, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, S.E., M.Si, menjelaskan, jika dalam kasus di Dogiyai ada aparat TNI yang terlibat, maka pihaknya akan memproses sesuai hukum yang berlaku.

“TNI disini akan terus bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk terus menjaga stabilitas keamanan diwilayah kewenangan kami,” kata Dandim.

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, dalam kesempatan ini menjelaskan, pemkab Dogiyai sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian agar bisa memfasilitasi pertemuan dengan para Tokoh Masyarakat, dan Kepala Suku.

Pemerintah kabupaten Dogiyai siap mendukung pertemuan tersebut untuk mencari solusi terbaik.

Pertemuan selanjutnya untuk mencari solusi terbaik terkait persoalan ricuh Dogiyai, direncanakan akan dilaksanakan pada hari sabtu (24/07/21) di Mapolres Nabire, dengan melibatkan semua pihak terkait yaitu Tokoh Agama,Tokoh Adat/Kepala Suku,Tokoh Pemuda,Tripika dan Forkopimda.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *