Peringatan May Day 2026 di Timika: FSBPI Papua Tengah Gaungkan Perlawanan dan Keadilan Buruh
Mimika, 2 Mei 2026 – Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 di Timika diwarnai seruan tegas dari Federasi Serikat Buruh Perjuangan Indonesia (FSBPI) yang menyoroti kondisi buruh di wilayah Papua Tengah.
Dalam orasinya, Sekretaris Eksekutif Partai Buruh sekaligus Ketua FSBPI Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar hari libur, melainkan momentum perjuangan.
“Hari ini bukan sekadar libur. Hari ini kita ingat: keringat adalah harapan, langkah adalah perlawanan, suara adalah kekuatan,” tegasnya dalam aksi yang digelar Kamis (1/5/2026).
Menase juga menegaskan posisi buruh Papua Tengah yang menuntut keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Ia menyuarakan bahwa buruh bukan sekadar alat produksi, melainkan manusia yang memiliki martabat.
“Dengar baik-baik suara dari bawah. Kami bukan mesin, kami punya marwah. Dari Nabire, Timika, sampai Dogiyai, buruh Papua Tengah tak mau dikhianati,” ujarnya.
FSBPI Papua Tengah menyoroti sejumlah persoalan klasik yang masih membayangi pekerja, seperti upah yang belum mencukupi kebutuhan hidup serta status kontrak kerja yang berkepanjangan, terutama di sektor tambang dan perkebunan.
“Upah tak cukup, kontrak seumur jagung. Tapi semangat kami tak pernah redup,” lanjutnya.
Berdasarkan data tahun 2026, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mimika tercatat sekitar Rp4,1 juta, tertinggi di Papua Tengah. Namun tingginya harga bahan pokok di Timika serta wilayah pedalaman seperti Dogiyai dan Deiyai akibat biaya logistik menjadi tantangan tersendiri bagi para buruh.
Menase menutup orasinya dengan penegasan identitas dan semangat persatuan buruh Papua Tengah.
“Ini Papua Tengah. Tanah kami, keringat kami, suara kami. Buruh bersatu tak bisa dikalahkan,” tegasnya.
Aksi tersebut ditutup dengan yel-yel perjuangan yang menggema: “Hidup Buruh! We are The Working Class! Sampai tuntas perjuangan.”
Peringatan May Day 2026 ini menjadi refleksi sekaligus penguatan solidaritas buruh di Papua Tengah dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan keadilan sosial.
[Nabire.Net/Jeri Degei]


Leave a Reply