Hari ulang tahun (HUT) ke-44 Batalyon Infanteri (Yonif) 753/AVT diperingati. Peringatan HUT Yonif 753/AVT dilaksanakan dalam bentuk upacara, pemotongan kue ulang tahun serta pembagian hadiah bagi para juara sejumlah perlombaan yang digelar sebelumnya.
Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Komandan Yonif 753/AVT, Kapten Inf. Bima Sentosa, sementara komandan upacara dipercayakan kepada Kapten Inf. Agung Setyo Wibowo.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wadanyonif, Komandan Yonif 753/AVT, Mayor Inf. M. Mahbub Junaedi mengatakan, tanggal 17 Februari merupakan hari yang bersejarah dan memiliki arti serta makna tersendiri bagi seluruh warga Batalyon Infanteri 753/Arga Vira Tama.
“Maknailah ulang tahun kali ini dengan tekad dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Ultah juga memiliki makna untuk melakukan introspeksi diri,” ungkapnya.
Danyonif M. Mahbub mengajak seluruh anggota Yonif 753/AVT untuk merenungkan segala yang telah dilakukan dalam pengabdian bagi masyarakat, bangsa dan negara dimasa lalu. Sekaligus memikirkan langkah apa yang akan diambil dalam mengemban tugas kedepan.
“Kedepan tugas kita semakin kompleks, khususnya dihadapkan pada situasi dan kondisi wilayah baik di daerah maupun tingkat nasional,” katanya.
Dikatakan M. Mahbub, selama kurun waktu 44 tahun, Yonif 753/AVT telah semakin dewasa dan menunjukan berbagai keberhasilannya dalam tugas sesuai dengan tuntutan dan tantangan yang dihadapi. Keberhasilan itu dapat dicapai berkat kerja keras dan disiplin serta tanggung jawab yang tinggi dalam setiap melaksanakan tugas yang dibebankan kepada segenap anggota Yonif 753/AVT.
“Lanjutkan dan tingkatkan pengabdian dimasa-masa mendatang. Kondisi saat ini tidak mengendorkan kualitas pengabdian kita, justru dalam kondisi seperti ini, diharapkan menjadi pemicu dan pemacu untuk berkreasi dan berimprovisasi serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas,” ungkapnya.
Danyonif 753 meminta agar prajurit Yonif 753 tidak mudah terpengaruh oleh hasutan yang belum tentu kebenaranya. Karena dalam situasi saat ini, banyak yang mudah mengorbankan harga diri dan kehormatanya untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum, moral dan agama hanya karena materi yang tidak berarti.
“Pegang teguh Sapta Marga, Saumpah Prajurit dan Delapan wajib TNI yang menjadi pedoman hidup sebagai seorang prajurit,” pintanya.
Terkait akan dilaksanakannya dua agenda nasional yakni Pileg dan Pilpres tahun 2014 ini, Danyonif M. Mahbub menyatakan itu merupakan tanggung jawab bersama untuk mengamankan dan menyukseskanya.
“Kita harus tetap waspada terutama menghadapi gerakan-gerakan dan kecenderungan kelompok-kelompok yang ingin melakukan aksi dan kegiatan yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, Danyonif 753/AVT, mengharap kepada seluruh prajurit Yonif 753/AVT untuk memelihara dan meningkatkan pengabdian, karena pada hakikatnya substansi moral seorang prajurit adalah sikap pengorbanan untuk tidak mementingkan dirinya sendiri.
Menurutnya, sikap dan ketauladanan itulah yang telah ditunjukan oleh para pendahulu dan tetap menjadi pendorong untuk berbuat terbaik bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
“Pelihara dan tingkatkan kesiap siagaan operasional, amankan dan jaga ketentraman dan tegaknya hokum diwilayah ini, jangan ragu untuk bertindak secara professional dan proporsional, hindari tindakan dan perilaku tercela yang akan merusak citra dan tampilan TNI,” pungkasnya.
Leave a Reply