Pentahbisan dan Syukuran Gereja KINGMI Imanuel Tibai Distrik Siriwo Nabire

Gereja KINGMI Imanuel Tibai

(Pentahbisan dan Syukuran Gereja KINGMI Imanuel Tibai Distrik Siriwo Nabire)

Nabire, Bertempat di Gereja Kingmi Jemaat Imanuel Tibai, Klasis Kamuu Timur, Distrik Siriwo, kabupaten Nabire, telah dilaksanakan acara Pentahbisan dan Ibadah Syukuran, Jumat (21/01).

Ibadah syukuran dipimpin oleh Pdt. Yehezkiel Dumapa, Sm.Th dengan Firman Tuhan terambil dari Injil Matius 25 ayat 1-13.

Dalam khotbah singkatnya, Pdt. Yehezkiel Dumapa menegaskan, Rumah Tuhan sudah tersedia, oleh karena itu umat harus bersatu dan bersekutu di dalam Tuhan.

Usai ibadah acara dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Pdt. Obet Magai, S.Th, M.IP sebagai Tokoh Agama. Usai pemotongan pita, dilanjutkan dengan penyerahan kunci gereja baru dari Kepala Tukang kepada Panitia Pembangunan yakni dari Yunus Butu kepada Pdt. Yehezkiel Dumapa, Sm.Th.

Ketua Panitia, Yunus Butu dalam laporan pertanggunggjawabannya mengucapkan terima kasih kepada hamba Klasis, para hamba Tuhan serta jemaat dan tamu undanganm yang mana telah membantu baik moriil maupun materil bagi pembangunan Gereja Tibai.

Sementara itu, Ketua Klasis Kamuu Timur, Pdt. Yehezkiel Dumapa, S.Th mengaku bangga dan terharu dengan pembangunan Gereja Tibai.

Gereja KINGMI Imanuel Tibai

“Dengan melihat kondisi jarak dari jalan Trans ke Kampung Tibai sekitar 50 KM, dan melihat bahan pembagunan gereja semua bahan bangunan dibawa dari kota, sungguh luar biasa. Saya berpesan agar generasi muda sebagai tulang punggung gereja dan jemaat agar hidup bersatu di dalam Tuhan dan hidup berdampingan antar sesama jemaat,” kata Pdt. Yehezkiel Dumapa, S.Th.

Sementara itu, Tokoh Agama, Pdt: Obet Magai,S.Th.M.IP dalam sambutannya merasa sangat gembira atas pembangunan gereja Tibai.

Gereja KINGMI Imanuel Tibai

“Saya bangga kepada perintis bapak Yulius Magai dan almarhum bapak Yakobus Tagi yang menyebarluaskan injil di kampung ini dengan usaha keras,” kata Pdt. Obet Magai.

Dalam acara ini juga dibacakan sejarah singkat pendirian Gereja Kingmi Tibai oleh Yulius Magai. Dikatakan Yulius Magai, dirinya bersama almarhum Yakobus Tagi menjemput agama pada tahun 1964 di jemaat Rehobot di Tiboukebo yang sekarang di sebut Gopouya.

Gereja KINGMI Imanuel Tibai

(Gereja KINGMI Imanuel Tibai)

“Dengan berkat pertolongan Tuhan selama 58 tahun sudah banyak orang berusaha mau selesai dari pendidikannya tapi gagal terus sehingga sampai saat ini bisa dibangun Gedung Gereja baru yang megah ini sama seperti Gereja yang ada di kota-kota besar,” katanya.

Gereja KINGMI Imanuel Tibai

Lanjutnya, “Sekalipun gedung gereja ini ada di hutan belantara tetapi melalui kerja keras Jemaat Imanuel kampung Tibai dan juga Panitia Pembangunan Gedung Gereja Jemaat Imanuel Tibai Klasis Kamuu Timur, Yunus Butu, pembangunan gereja ini bisa terselesaikan dengan baik.

[Nabire.Net/Putra Magay/Enato Butu]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.