INFO OLAHRAGA
Home » Blog » Pengurus E-Sport Intan Jaya Dilantik, Targetkan Prestasi Hingga PON 2028

Pengurus E-Sport Intan Jaya Dilantik, Targetkan Prestasi Hingga PON 2028

Nabire, 9 Agustus 2025 – Mengukir sejarah dari jantung pegunungan Papua, Kabupaten Intan Jaya resmi membentuk dan mengukuhkan pengurus cabang E-Sport Indonesia. Dengan langkah ini, Intan Jaya menjadi kabupaten pertama di Provinsi Papua Tengah yang secara formal memiliki struktur organisasi E-Sport yang sah.

Langkah berani ini menandai babak baru dalam perkembangan olahraga digital di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bahwa kemajuan teknologi dan prestasi anak muda tidak mengenal batas geografis.

Ketua Panitia pembentukan, Sepy Tabuni, menyampaikan bahwa proses ini memakan waktu sekitar dua bulan, melibatkan komunikasi intensif antara pengurus provinsi dan tokoh-tokoh lokal. Ia menekankan bahwa E-Sport bukan sekadar permainan, melainkan organisasi yang dibangun dengan visi, semangat, dan tanggung jawab.

“Kita buktikan bahwa dengan niat baik dan kerja sama, hal besar bisa terjadi. Jadi pengurus E-Sport bukan soal seberapa hebat main game, tapi bagaimana membangun organisasi yang hidup dan berkembang,” jelas Sepy.

Dukungan penuh datang dari Ketua Umum E-Sport Indonesia Papua Tengah, Bentot Yatipai, yang memberikan apresiasi atas keberanian Intan Jaya menjadi pelopor.

“Ini langkah luar biasa. Di tengah segala keterbatasan, Intan Jaya berani menjadi yang pertama. Ini menunjukkan bahwa potensi E-Sport ada di mana saja, bahkan di daerah pedalaman,” ungkap Bentot.

Bentot juga mengungkapkan rencana jangka panjang yang tengah disiapkan, termasuk menjaring talenta muda dari Papua Tengah untuk berlaga di ajang seperti PON 2028, serta menyusun program pelatihan dan kompetisi yang berkelanjutan bekerja sama dengan pemerintah provinsi.

“Kita ingin E-Sport dipandang sebagai peluang. Bahkan saat ini, edukasi tentang E-Sport sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah agar game menjadi kegiatan yang positif, terarah, dan tidak melupakan tanggung jawab belajar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua E-Sport Intan Jaya, Jhon Kudiai, menyoroti realitas tantangan yang dihadapi di wilayahnya, terutama soal akses listrik dan jaringan internet. Namun keterbatasan itu justru menjadi bahan bakar semangat timnya.

(Pengurus E-Sport Intan Jaya Dilantik, Targetkan Prestasi Hingga PON 2028)

“Kami memang belum punya fasilitas sehebat di kota-kota besar. Tapi kami tidak menyerah. Kami ingin buktikan bahwa anak-anak Intan Jaya bisa bersaing jika diberi ruang dan dukungan,” ujarnya.

Lebih jauh, Jhon juga membantah stigma negatif terhadap gamer dan dunia game online. Menurutnya, dengan wadah yang tepat, para pemain game bisa tumbuh menjadi atlet, kreator konten, bahkan pengusaha di bidang digital.

“Jangan pandang sebelah mata dunia game. Lewat E-Sport, kita bisa ciptakan masa depan yang lebih baik, membuka peluang ekonomi baru, dan menjaga anak-anak muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” tegasnya.

Dengan resmi terbentuknya kepengurusan E-Sport Intan Jaya, babak baru pun dimulai. Diharapkan, langkah ini menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di Papua Tengah untuk turut serta mengembangkan E-Sport sebagai sarana pembinaan generasi muda, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem digital yang sehat, kompetitif, dan produktif.

Dari lereng gunung yang sunyi, kini gema E-Sport Intan Jaya mulai terdengar—menuju panggung prestasi yang lebih tinggi.

[Nabire.Net/Imran]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.