INFO PAPUA
Home » Blog » Penginjil Sepinus Keiya : Pemuda Klasis Kamuu Timur Harus Menjadi Teladan Dalam Segala Hal

Penginjil Sepinus Keiya : Pemuda Klasis Kamuu Timur Harus Menjadi Teladan Dalam Segala Hal

Penginjil Sepinus Keiya, S.Th
(Penginjil Sepinus Keiya, S.Th)

Dogiyai, Penginjil Sepinus Keiya, S.Th., yang berasal dari Klasis Kamuu Timur, Kordinator Dogiyai, kabupaten Dogiyai ini mengungkapkan dan mengharapkan kepada seluruh para pemuda-pemudi yang berasal dari Klasis Kamuu Timur melalui khotbahnya dan kemudian melalui sebuah postingan di Facebook bahwa hanya dengan firman Tuhanlah anak muda Klasis Kamuu Timur bisa mempertahankan kelakuannya tetap bersih dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Maka dari itu, para pemuda Klasis Kamuu Timur harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani supaya waktu-waktu luang yang ada mereka gunakan untuk hal-hal positif dan membantu iman dan kepercayaannya.

“Pemuda Klasis Kamuu Timur harus melatih diri dalam hal ibadah, artinya tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, dan semakin giat untuk melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Semakin banyak dari mereka yang mendengar firman Tuhan, semakin kuat pula iman mereka,’ tuturnya.

“Bagi anak-anak Tuhan, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Teman bukanlah sebuah akhir dari segalanya, selain itu hal ini juga bukan berarti kita menjadi pemuda yang kurang pergaulan. Tuhan menghendaki kita menjadi orang muda Klasis Kamuu Timur yang berkualitas dan memiliki kehidupan yang berbeda dari anak muda di luar Tuhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Keiya yang mengambil Jurusan Teologi ini juga membeberkan bahwa yang meski masih muda namun memiliki integritas dan tidak berkompromi dengan dosa, berani berkata tidak dan menolak setiap ajakan maupun kebiasaan hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan meski hal tersebut dapat membuat anak muda dikucilkan temannya.

“Tuhan ingin kita menjauhi nafsu orang muda, karena segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu, hanyalah akan membawa kita kepada kebinasaan. Maka dari itu, kita harus memiliki keakraban dengan Tuhan supaya kita memperoleh kekuatan untuk dapat menolak hawa nafsu yang ada. Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1 Timotius 4:12),” lanjutnya.

Masa muda merupakan masa emas bagi kita untuk memaksimalkan potensi yang ada serta memacu kita untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal. Baik perkataan, tingkah, laku, kesetiaan, kesucian, kasih, dan ketekunan.

Tambah Keiya juga bahwa seringkali kita melihat di berita ada kabar yang menayangkan kenalakan remaja, tersangkut hukum, dan sebagainya. Tentu ini sangat menyedihkan, padahal Tuhan tak menghendaki hal demikian terjadi pada kaum muda.

“Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan. (Pengkhotbah 11:9-10),” tukasnya.

“Jika di usia muda kita sudah salah melangkah, maka kemudaan dan fajar hidupnya akan menjadi sia-sia, sangat penting bagi anak muda untuk membangun pondasi hidup dengan baik. Pondasi hidup ini berbicara tentang kehidupan rohani,” pungkas Sepinus Keiya, S.Th.

Penulis, Martinus Dumupa

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.