INFO NABIRE
Home » Blog » Dinkes Nabire: Pengendalian Penyakit Menular Tak Bisa Hanya Andalkan Tenaga Medis

Dinkes Nabire: Pengendalian Penyakit Menular Tak Bisa Hanya Andalkan Tenaga Medis

(Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes)
(Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes)

Nabire, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menghadapi HIV, tuberkulosis (TB), dan malaria yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Evaluasi program pencegahan dan pengendalian penyakit dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Hotel Carmel Nabire, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2026, dan menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) yang telah berjalan memasuki bulan kesembilan tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana berbagai program kesehatan telah berjalan di lapangan.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyasar kinerja internal Dinas Kesehatan. Jajaran fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, turut menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

32 Puskesmas Jadi Ujung Tombak Pelayanan

Silas menjelaskan Kabupaten Nabire saat ini memiliki 32 puskesmas yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Setiap fasilitas kesehatan memiliki target dan program yang harus dijalankan sesuai kebijakan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Kesehatan.

“Kami ada 32 puskesmas di Kabupaten Nabire. Dari berbagai jenis penyakit yang ada, secara khusus di puskesmas diarahkan sehingga kami harus mengejar target yang diharapkan pemerintah kabupaten, provinsi, maupun Kementerian Kesehatan,” ujar Silas.

Namun, menurut dia, keberadaan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan saja belum cukup untuk mengendalikan penyakit menular.

HIV, TB, dan malaria masih ditemukan di tengah masyarakat. Persoalannya, sebagian masyarakat terkadang menganggap penyakit tersebut sebagai sesuatu yang biasa sehingga kurang memperhatikan risiko penularannya.

Penyakit Menular Tak Boleh Dianggap Sepele

Silas mengingatkan bahwa sikap menganggap remeh penyakit dapat membawa konsekuensi serius. Penyakit yang tidak ditangani secara tepat berpotensi menimbulkan komplikasi, memperluas penularan, bahkan menyebabkan kematian.

“Penyakit-penyakit ini sudah seperti merakyat, tetapi masyarakat kadang menganggap sepele. Tanpa disadari, kemungkinan risiko yang terjadi bisa memakan korban jiwa, terutama HIV, TB dan malaria,” tegasnya.

Papua, kata Silas, masih menghadapi tantangan dalam pengendalian malaria. Pada saat yang sama, HIV dan TB juga membutuhkan perhatian berkelanjutan agar upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, serta edukasi masyarakat dapat berjalan secara konsisten.

Pemerintah Kampung hingga Tokoh Agama Dilibatkan

Untuk memperluas jangkauan program, Dinas Kesehatan Nabire mendorong keterlibatan pemerintah kampung, pemerintah distrik, tokoh adat, tokoh agama, serta tenaga kesehatan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena persoalan kesehatan tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan klinis. Edukasi dan advokasi perlu dilakukan langsung di lingkungan masyarakat.

“Ada masalah kesehatan, mereka harus turun sama-sama,” kata Silas.

Melalui advokasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penyakit dan tidak hanya bergantung pada pelayanan ketika sudah mengalami gangguan kesehatan.

120 Peserta Ikuti Rakor

Rapat koordinasi yang digelar kali ini merupakan rakor keempat Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire. Sekitar 120 peserta dari berbagai unsur terkait pelayanan dan pengendalian kesehatan mengikuti kegiatan tersebut.

Pertemuan menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menyusun langkah perbaikan agar capaian program kesehatan ke depan dapat meningkat.

Silas berharap hasil evaluasi dapat mendorong pelaksanaan program yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit menular membutuhkan komunikasi yang konsisten dan kerja sama lintas sektor.

“Intinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah kampung, pemerintah distrik dan kabupaten sebagai lintas sektoral,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Nabire berharap sinergi tersebut dapat memperkuat upaya menghadapi HIV, TB dan malaria, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit di lingkungan masing-masing.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.