INFO NABIRE
Home » Blog » Cegah Penularan AIDS, TBC dan Malaria, Pemkab Nabire Libatkan Masyarakat

Cegah Penularan AIDS, TBC dan Malaria, Pemkab Nabire Libatkan Masyarakat

(Cegah Penularan AIDS, TBC dan Malaria, Pemkab Nabire Libatkan Masyarakat)
(Cegah Penularan AIDS, TBC dan Malaria, Pemkab Nabire Libatkan Masyarakat)

Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Kesehatan kembali memperkuat koordinasi dalam menghadapi penyakit menular AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan advokasi yang berlangsung di Aula Hotel Carmel, Nabire, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan tersebut merupakan agenda koordinasi keempat yang digelar pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kabupaten Nabire.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan keberhasilan pengendalian penyakit tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan medis. Menurutnya, perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan turut menentukan keberhasilan upaya memutus rantai penularan.

“Perilaku menjadi kunci kesehatan,” tegas Silas.

Dinas Kesehatan menilai penanganan penyakit menular membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, kepala distrik, kepala kampung, kepala dusun serta tokoh agama didorong mengambil bagian dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Menurut Silas, edukasi dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan masing-masing sehingga informasi mengenai pencegahan penyakit tidak hanya berhenti di fasilitas kesehatan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Mobilitas penduduk serta tingginya interaksi sosial juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan agar tidak meningkatkan risiko penularan penyakit tertentu.

Edukasi kepada pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting. Masyarakat perlu memahami karakteristik penyakit, mekanisme penularannya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi anggota keluarga lainnya.

Pengobatan TBC Harus Disiplin

Dalam pembahasan mengenai TBC, kepatuhan pasien menjalani pengobatan menjadi salah satu perhatian utama. Masa pengobatan yang cukup panjang terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi pasien.

Silas menggambarkan kondisi tersebut dengan pernyataan yang cukup menggelitik untuk menekankan pentingnya kedisiplinan.

“Orang lebih suka hamil sembilan bulan, daripada minum obat enam bulan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengobatan TBC tidak boleh dihentikan hanya karena pasien merasa kondisinya sudah membaik. Konsistensi menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan diperlukan agar penanganan penyakit dapat berjalan optimal.

Ia juga mengingatkan bahwa TBC dan HIV tidak hanya memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan seseorang. Penyakit tersebut dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi bagi keluarga apabila tidak ditangani dengan baik.

“TBC dan HIV adalah penyakit yang menguras isi dompet,” kata Silas.

Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mengurangi beban kesehatan sekaligus beban ekonomi masyarakat.

Lingkungan Jadi Perhatian dalam Pencegahan Malaria

Berbeda dengan TBC dan HIV, malaria memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar memperhatikan genangan air dan kondisi lingkungan sekitar rumah. Tempat lembap dan genangan yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk perlu ditangani secara bersama-sama.

“Malaria senang hidup di tempat yang kotor dan genangan air yang ada jentiknya. Senang di daerah sembab,” jelas Silas.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan malaria tidak hanya menjadi tugas petugas kesehatan. Masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengarah pada malaria.

Pencegahan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menghadapi AIDS, TBC dan malaria di Nabire.

Pemerintah daerah dan tenaga kesehatan membutuhkan dukungan aparat pemerintahan di tingkat distrik dan kampung, tokoh agama, keluarga, serta masyarakat untuk memastikan edukasi dan pencegahan berjalan hingga tingkat lingkungan.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya pengendalian penyakit menular diharapkan tidak berhenti pada pengobatan pasien, tetapi juga menyasar faktor perilaku, lingkungan dan kesadaran masyarakat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire selanjutnya mendorong agar hasil koordinasi tersebut diterapkan melalui edukasi dan langkah pencegahan di masing-masing wilayah, sehingga mata rantai penularan penyakit dapat ditekan secara berkelanjutan.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.