Penjualan eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Paniai, dijual pengecer seharga Rp 10.000 per liter, padahal masyarakat telah mengetahui bahwa harga subsidi yang diberikan PT Pertamina Nabire untuk Kabupaten Paniai per liter Rp6500. Namun yang ada saat ini masyarakat harus membeli dengan harga industri.
Adanya kenaikan harga BBM yang disesuaikan dengan harga industri di Paniai ini diduga telah dimainkan oleh beberapa agen premium minyak dan APMS masing-masing PT Sakthi Adhi Pertiwi, PT Gunung Bobaigo dan PT Pusaka Dewa Kresna yang bergerak dibidang transportir untuk kepentingan industri.
“Ulah tiga perusahaan ini masyarakat kami tidak menikmati pembeliaan BBM dengan harga subsidi, padahal dari pertamina memberikan dengan harga subsidi,” kata salah satu pengurus Dewan Adat Paniai, Melianus Yumai, Kamis (29/5).
Kondisi ini telah berlangsung sejak 2010, dimana perusahaan ini tidak melakukan penjualan BBM secara merata. Meskipun di Paniai ada dua APMS namun selama ini tempat penjualan hanya berada di kota Madi. Dua APMS ini satunya berada di Madi dan satunya lagi di Enarotali.
Kini masyarakat Paniai kesulitan untuk mendapatkan BBM dengan harga subsidi Rp6.500. Harga subsidi ini telah disepakati dalam kerjasama PT Pertamina Nabire dengan pemerintah daerah Paniai sejak 2010. Mansyarakat juga menuding ada peraktek menaikan penjualan BBM bersubsidi yang dilakukan ketiga perusahaan yang selama ini menangani penjualan BBM subsidi.
Dewan Adat setempat juga menuding, ada pembiaraan yang dilakukan pihak Pertamina Nabire. Sehingga dewan adat minta pihak Polres Paniai untuk segera menyelidiki adanya permainan harga subsidi di Paniai.
Leave a Reply