INFO NABIRE
Home » Blog » Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pembiasaan Sholat 5 Waktu

Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pembiasaan Sholat 5 Waktu

(Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pembiasaan Sholat 5 Waktu)

Nabire, Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi, baik secara jasmani maupun yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.

Pendidikan tidak sekedar membentuk manusia yang cerdas, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki kepribadian dan akhlak mulia. Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pelaksanaan pendidikan di Indonesia belum sesuai dengan amanah Undang- Undang Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pendidikan yang tidak hanya membentuk insan yang cerdas, namun juga berkarakter.

Pendidikan pada dasarnya menekankan pentingnya penanaman karakter. Pentingnya penanaman karakter di semua jenis dan jenjang pendidikan telah diprioritaskan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.Pengembangan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan semestinya berjalan dengan seimbang. Dunia pendidikan negara kita menitikberatkan pada aspek pengetahuan (kognitif), dan mengabaikan aspek sikap (afektif) peserta didik dalam pembelajaran, yaitu pendidikan yang hanya berorientasi pada “angka”.

Saat ini, semakin banyak kasus terjadi di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan moral. Salah satu krisis moral yang terjadi di Indonesia terutama pada lingkungan anak Sekolah Dasar yaitu adanya aksi saling bully di sekolah. Akhir-akhir ini juga sering terdengar berita tentang anarkisme anak, yaitu tindakan kekerasan yang dilakukan anak sekolah dasar terhadap teman sekelasnya. Bahkan kasus tersebut menyebabkan tewasnya anak yang menjadi korban kekerasan.Allah mewajibkan salat kepada umat Muhammad SAW, karena di dalamnya terdapat makna pengabdian tertinggi seorang hamba kepada penciptanya.

Di dalam salat juga seandainya dilakukan secara ikhlas, tidak karena semata-mata menjalankan kewajiban, al- musholly akan memperoleh limpahan cahaya petunjuk dari Allah yang berfungsi menjernihkan hati dan sebagai petunjuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif,dan kreatif dimaknai sebagai Pendidikan karakter.

Pendidikan karakter bukan hanya berkaitan dengan masalah benar-salah, akan tetapi bagaimana cara menanamkan kebiasaan (habit) tentang hal-hal yang baik dalam kehidupankepada peserta didik, sehingga anak/peserta didik memiliki kesadaran, dan pemahaman yang tinggi, serta dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan.

Penerapan program pembiasaan dapat mewujudkan nilai-nilai karakter penting. Nilai-nilai inilah nantinya sebagai outputdari segala pelaksanaan pembelajaran dan budaya sekolahatau madrasah. Adapun nilai-nilai tersebut ialah komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik untuk Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan.

Penulis : Wasilatul Azizah, S.Pd (Pendidik)

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.