INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pendapatan Freeport Turun, Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Harap Setoran ke Daerah Tetap Stabil

Pendapatan Freeport Turun, Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Harap Setoran ke Daerah Tetap Stabil

(Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote)
(Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote)

Deiyai, 23 Maret 2026 – Meskipun pendapatan PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalami penurunan pada tahun 2025, Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, ST, berharap setoran perusahaan tambang tersebut kepada daerah tidak ikut berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, ST, menyampaikan bahwa selama ini pemerintah daerah sangat terbantu oleh kontribusi setoran dari PTFI, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat, selama ini kami sangat terbantu oleh setoran dari PTFI untuk Papua Tengah dan delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah,” ujar orang nomor satu di Deiyai ini, Senin (23/03).

Melkianus menjelaskan bahwa pada tahun 2025, perusahaan menghadapi sejumlah gangguan operasional, salah satunya longsor di area tambang bawah tanah (underground). Namun demikian, kenaikan harga komoditas tambang pada periode yang sama dinilai cukup membantu perusahaan dalam menutup biaya operasional.

Menurutnya, PTFI telah melakukan sosialisasi proyeksi setoran kepada para pemangku kepentingan di Papua Tengah dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan di Nabire. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap angka setoran yang diberikan tidak jauh berbeda dari materi presentasi yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kami berharap pada tahun 2026 perusahaan dapat beroperasi normal pasca longsor agar setoran ke daerah meningkat pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Selain kontribusi berupa setoran kepada daerah, pemerintah kabupaten di Papua Tengah juga berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PTFI dapat terus berjalan dan menjangkau seluruh delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.

Program CSR dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pembangunan di Papua Tengah, khususnya dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran di tengah dinamika sektor pertambangan.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.