INFO PAPUA
Home » Blog » Pemkab Intan Jaya & Gereja Katolik Salurkan Bantuan Kepada Pengungsi

Pemkab Intan Jaya & Gereja Katolik Salurkan Bantuan Kepada Pengungsi

(Pemkab Intan Jaya bersama Gereja Katolik salurkan bantuan kepada pengungsi Intan Jaya)

Intan Jaya – Pemerintah kabupaten Intan Jaya bersama Gereja Katolik, mengirimkan bantuan kepada ribuan warga yang terdampak konflik bersenjata antara TNI dan OPM di daerah tersebut.

Pengiriman bantuan berupa sembilan bahan pokok tersebut merupakan kerjasama pemkab Intan Jaya dengan Gereja Katolik di Sugapa, melalui Tim Gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, DPRD Intan Jaya, dan elemen masyarakat yang ada.

Pengiriman bantuan dilakukan dari pos induk penanganan dampak penegakan hukum, yang berada di Kantor Bupati Intan Jaya, Sugapa, serta dari Pastoran Gereja Katolik Santo Misael, Bilogai.

Bantuan sembilan bahan pokok tersebut dijemput oleh warga pengurus gereja dan para perwakilan dari 16 kampung di 3 Distrik yaitu Distrik Sugapa, Distrik Ugimba dan Distrik Hitadipa.

Sesuai data pemerintah daerah setempat, terdapat 1.237 jiwa dari 16 kampung di 3 Distrik yang terkena dampak konflik bersenjata dan saat ini berada dalam kondisi kelaparan.

Warga mulai dilanda kelaparan sejak terjadinya konflik pada Desember 2019 lalu. Akibatnya, warga tak bisa melakukan aktivitas mereka sehari-hari seperti berkebun dan lain sebagainya.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, berharap agar bantuan yang dikirimkan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.

Bupati juga meminta kepada kedua belah pihak agar bisa menghentikan pertikaian bersenjata, karena dampaknya dirasakan warga Intan Jaya yang ketakutan dan tak dapat melaksanakan aktifitasnya sebagaimana biasanya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Gabungan Penanganan Korban Dampak Penegakan Hukum di Intan Jaya, Yoakim Mujizau, mengatakan, dari 1.237 jiwa terdampak, 331 orang diantaranya adalah anak-anak dan perempuan. Dan mereka telah mengungsi ke daerah yang aman yaitu kabupaten Nabire.

Sebagai informasi, konflik bersenjata di Intan Jaya yang terjadi sejak Desember 2019 dikarenakan adanya Operasi Penegakan Hukum oleh TNI terhadap TPN-OPM.

[Nabire.Net/R.W]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.