Pemkab Deiyai Siapkan Tiga Titik Penampungan Air Bersih Hadapi Kekeringan
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, memperkuat langkah penanganan dampak kekeringan dengan menyiapkan sejumlah lokasi penampungan air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan. Setelah apel kesiapsiagaan dan pelepasan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kekeringan, pemerintah daerah bersama tim terkait langsung melakukan pengecekan terhadap beberapa titik yang akan digunakan dalam mendukung distribusi air bersih.
Peninjauan dilakukan pada Rabu (7/10/2026), setelah pelaksanaan apel di Halaman Kantor Bupati Deiyai. Dalam kegiatan tersebut, tim melihat langsung kesiapan tiga lokasi penampungan air yang berada di Kantor Kampung Idege, Kompleks Pasar, serta Kompleks Katolik St. Stevanus, Yomeni.
Ketiga lokasi dipilih karena berada di kawasan yang mudah dijangkau masyarakat. Dengan menempatkan penampungan di ruang publik, pemerintah berharap proses pengambilan air oleh warga dapat berlangsung lebih mudah sekaligus membantu memperluas jangkauan distribusi.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan Kabupaten Deiyai, Daniel Mote, S.H., menilai keberadaan titik penampungan merupakan bagian penting dari strategi menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Menurut Daniel, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara, tetapi juga menjadi titik distribusi yang dapat mendekatkan akses air bersih kepada masyarakat.
“Tempat penampungan air seperti ini sangat dibutuhkan agar air bersih dapat didistribusikan kepada warga,” kata Daniel Mote.
Ia menjelaskan, pemilihan lokasi umum dilakukan agar masyarakat yang tinggal di sekitar titik penampungan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kekeringan dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan air, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air yang mengalami penurunan debit. Karena itu, distribusi air melalui titik-titik yang telah ditentukan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi kesulitan warga.
Selain memastikan ketersediaan fasilitas, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta menggunakan sarana penampungan secara tertib. Pengelolaan bersama dinilai penting agar distribusi air dapat berjalan secara adil dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Tiga titik yang telah ditinjau tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai lokasi strategis selama penanganan kekeringan berlangsung. Pemerintah Kabupaten Deiyai bersama Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan air masyarakat dan kondisi di lapangan.
Langkah lanjutan diperlukan apabila kondisi kekeringan terus berlanjut, termasuk kemungkinan penyesuaian distribusi air berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Dengan adanya titik penampungan di sejumlah kawasan publik, pemerintah berharap akses air bersih bagi warga Deiyai dapat tetap terjaga hingga kondisi sumber air kembali normal.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar