Bupati Deiyai Lepas Satgas Hadapi Kekeringan dan Kebakaran
Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai memperkuat langkah menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat meluas akibat kondisi cuaca kering.
Penguatan penanganan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan sekaligus pelepasan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kekeringan di halaman Kantor Bupati Deiyai, Rabu (7/10/2026).
Apel kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan seluruh unsur yang terlibat tetap siap menghadapi kemungkinan memburuknya dampak kemarau. Sejumlah pejabat dan unsur keamanan turut hadir, di antaranya Kapolres Deiyai, Dandim 1703/Deiyai, Asisten I dan Asisten III Setda Deiyai, Kepala Satpol PP, serta Kepala BPBD Kabupaten Deiyai.
Satgas Sudah Bergerak Hampir Dua Bulan
Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan sebelumnya telah bekerja selama hampir dua bulan. Dalam periode tersebut, tim tidak hanya berfokus pada persoalan kekurangan air, tetapi juga merespons kejadian kebakaran di sejumlah lokasi.
Salah satu bentuk penanganan yang dilakukan adalah mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Tim juga diterjunkan untuk membantu mengendalikan serta memadamkan kebakaran yang terjadi di beberapa titik.
Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur masyarakat yang terlibat dalam penanganan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Satgas yang telah kita bentuk. Hampir dua bulan sudah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka menghadapi musim kemarau ini,” kata Melkianus.
Menurutnya, musim kering telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu persoalan yang paling dirasakan adalah berkurangnya ketersediaan air minum. Pada saat yang sama, kondisi lahan yang kering turut meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kita kehabisan air minum dan terjadi kebakaran hutan di beberapa titik. Tim sudah bekerja luar biasa, sudah menyuplai dan sudah memadamkan kejadian kebakaran,” ujarnya.
Penanganan Kekeringan Butuh Kolaborasi
Pemkab Deiyai menilai penanganan dampak kemarau tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, komunitas masyarakat, hingga aparat kampung.
Bupati secara khusus meminta agar kepala kampung dan tokoh pemuda dilibatkan dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana di tingkat lokal.
“Tidak bisa Pemda sendiri. Tidak bisa Satpol PP sendiri. Tidak bisa TNI sendiri dan Polri sendiri. Tapi ini semua kerja sama. Jangan lupa libatkan kepala kampung dan tokoh pemuda yang ada di tempat,” tegasnya.
Menurut Melkianus, belum ada kepastian mengenai kapan musim kemarau akan berakhir. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus tetap berada dalam posisi siaga dan tidak mengurangi intensitas koordinasi antarlembaga.
“Musim kering akan berakhir sampai kapan, kami tidak tahu. Apel ini sebagai antisipasi dan upaya kita bersama dalam menangani persoalan ini,” katanya.
Warga Diingatkan Tidak Membakar Lahan
Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan. Praktik pembakaran dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas ketika kondisi lingkungan sangat kering.
Pemerintah berharap masyarakat ikut menjadi bagian dari sistem pencegahan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Bupati juga mengingatkan petugas agar proses distribusi dan pengambilan air bersih berjalan tertib. Keterbatasan air tidak boleh justru menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.
“Misalnya saat ambil air bersih, ada keributan, jangan tambah keributan. Tapi ini tugas mulia,” pesannya.
Kesiapsiagaan Akan Terus Diperkuat
Kondisi kekeringan di Deiyai menjadi perhatian karena menyangkut dua kebutuhan penting masyarakat sekaligus, yakni ketersediaan air dan keselamatan lingkungan dari ancaman kebakaran.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Deiyai menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat selama kondisi kemarau masih berlangsung. Satgas diharapkan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat, aparat kampung, tokoh pemuda, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait untuk menjaga lingkungan serta menggunakan sumber air secara tertib. Penanganan bersama dinilai menjadi kunci agar dampak musim kemarau di Kabupaten Deiyai tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar