Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Menyampaikan Pendapat

Nabire, Dalam kehidupan sehari hari bahasa sangat diperlukan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Dengan bahasa anak dapat mengungkapkan pendapat atau ide untuk disampaikan kepada orang lain.
Pembelajaran anak usia dini merupakan kegiatan interaksi yang dibutuhkan seorang guru dan anak dalam suatu kegiatan proses belajar.
Didalam interaksi antara guru dan anak diperlukan adanya suatu bahasa, karena bahasa merupakan alat komunikasi verbal dalam kehidupan sehari-hari dan dengan bahasa juga anak dapat menyampaikan pendapatnya kepada orang lain.
Adapun beberapa perilaku yang termasuk dalam penyampaian pendapat yang dilakukan oleh anak – anak dalam kegiatan proses belajar mengajar adalah dengan cara bercerita, tanya jawab, mengungkapkan ide atau pikiran dan lain-lain.
Disini peran seorang guru memberikan stimulus yang tepat kepada anak sehingga anak dapat dengan mudah merespon apa yang sudah mereka terima, disamping itu guru juga dituntut melatih anak untuk mendengarkan pendapat temannya atau orang lain. Karena setiap pendapat mereka berbeda-beda sehingga mereka juga diharapkan dapat menghargai pendapat temannya dan juga sebagai bekal untuk interaksi anak didik dengan teman, orang tua, maupun masyarakat.
Banyak cara yang dilakukan seorang guru untuk memberikan stimulus kepada anak dalam menyampaikan pendapat :
1. Memberikan cerita yang mudah dimengerti anak
Disini guru dapat memberikan cerita yang menarik dan inovatif kepada anak dengan bahasa yang dapat dimengerti, misal dengan buku cerita bergambar, menonton video. Dengan cara ini guru dapat melakukan tanya jawab terhadap anak tentang apa yang mereka lihat dan dengarkan.
2. Memberikan kebebasan kepada anak dengan menyampaikan pengalamannya.
Kegiatan ini memberikan kebebasan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh dengan bahasanya sendiri. Pada saat anak mengungkapkan pendapatnya, peran guru disini adalah menghargai mereka, bangun rasa percaya diri anak dan berikan arahan jika dalam penyampaian pendapat terdapat kata yang salah.
3. Memberikan motivasi dengan gambaran perilaku temannya
Dalam hal ini guru dapat menunjuk salah satu anak yang benar-benar menonjol baik dalam keberanian maupun dalam penyampaian bahasanya. Dengan cara ini akan memberikan motivasi serta stimulus kepada anak yang mempunyai rasa percaya diri yang kurang dengan melihat temannya.
4. Membuat permaianan
Pada dasarnya anak usia dini dalam proses belajar mengajarnya mengacu pada kegiatan belajar dan bermain. Dengan belajar dan bermain anak dapat berekspresi dan bereksplorasi serta bereksperimen sesuai dengan karakter anak masing -masing sehingga mudah menangkap pembelajaran yang diberikan oleh guru.. Misal ; permainan bisik berantai yang membutuhkan kerjasama antar anggota kelompok karena dalam permaian ini anak dituntut untuk menyimak dan menyampaikan pendapatnya masing-masing sesuai dengan apa yang diterima dari teman sebelumnya.
5. Berdiskusi
Dengan melibatkan masing-masing anak di setiap diskusi akan memberikan rangsangan terhadap anak untuk mengungkapkan pendapatnya. Peran guru disini memberikan kesempatan setiap anak untuk mengungkapkan pendapatnya dan menanggapi setiap pendapat temannya.
6. Memberikan apresiasi atau pujian
Pada kegiatan ini guru dituntut untuk memberikan rangsangan sehingga anak-anak semangat dalam mengungkapkan pendapatnya. Misalnya dengan memberikan pujian, memberikan hadiah sebagai penghargaan untuk kreatifitas anak, dan lain-lainnya.
Dengan adanya 6 cara tersebut dapat memberikan stimulus untuk menumbuhkan keberanian anak dalam menyampaikan pendapatnya, sebagai penghargaan untuk kreatifitas anak, dan lain-lainnya.
Penulis : Prapmawati, S.Pd
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar