INFO PAPUA
Home » Blog » Pembagian Buku Rapor dan Penerimaan Murid Baru SMP YPPK St.Fransiskus Asisi Bilogai Intan Jaya

Pembagian Buku Rapor dan Penerimaan Murid Baru SMP YPPK St.Fransiskus Asisi Bilogai Intan Jaya

(Pembagian Buku Rapor dan Penerimaan Siswa Baru SMP YPPK St.Fransiskus Asisi Bilogai Intan Jaya)

Intan Jaya – Bertempat di Aula Paroki Bilogai, kabupaten Intan Jaya, telah dilaksanakan penyerahan buku raport bagi 24 peserta didikkelas VII angkatan I, SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Bilogai, tahun ajaran 2020, dirangkai penerimaan 55 siswa baru angkatan II tahun ajaran 2020/2021.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin lalu (13/07), dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah, Pius Belau, S.IKom, serta dihadiri oleh para siswa dan orang tua/wali, dan juga Kepala Sekolah,  Yustinus Rahangiar, Pr.

Dalam sambutannya, Wakasek mengatakan, sekolah menerima murid baru pada tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 32 anak. Dalam perjalanannya, 8 anak keluar, sehingga tersisa 24 anak yang saat ini menerima laporan hasil belajarnya.

Lanjut Pius Belau, laporan hasil belajar ini pun tidak 100% perjuangan para siswa, karena selama semester II, terjadi pandemi Covid-19 yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.



Sementara itu, Wali Kelas VII, SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Bilogai, Delina Belau, S.Pd, saat memberikan sambutan mengatakan bahwa akibat pandemi Covid-19, tidak ada siswa yang tahan kelas. Oleh karena itu perjuangan bagi para siswa dan orang tua murid tentu akan lebih berat.

“Mohon orang tua/wali bersikap tegas agar anak bisa punya waktu belajar lebih banyak di rumah. Jangan belajar itu hanya di sekolah, sebab guru pertama dan utama adalah orang tua,” lanjut wali kelas VII Delina Belau, S.Pd.

Wali kelas juga menegaskan dan mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua/wali untuk pembiayaan pendidikan anak diperhatikan serius.

“Jika ada masalah sosial, perang dan lainnya orang tua/wali korbankan uang/harta tanpa pikir. Lalu kenapa bayar uang buku raport yang harga Rp. 300.000 saja tidak bisa ? Uang untuk main togel shio, membeli minuman keras, main judi itu dengan jutaan. Sedangkan untuk bayar uang sekolah anak tidak bisa. Lihat! Akibatnya banyak siswa yang tidak bisa terima buku raportnya karena mereka belum bayar,” lanjut Delina.

Sedangkan Kepala Sekolah, P. Yustinus Rahangiar, Pr mengatakan bahwa sekolah yayasan YPPK adalah sekolah gereja jadi sekolah yayasan katolik adalah milik umat.

“Jika kami minta bantuan umat untuk penertiban lingkungan sekolah, umat jangan kaget dan itu tanpa biaya karena sekolah milik umat. Sekolah ini berpatokan pada dua aturan yaitu Aturan yayasan sendiri yang didasari dengan aturan gereja katolik dan aturan pemerintah. Berbeda dengan sekolah negeri yang adalah tanggung jawab pemerintah dan mengikuti aturan pemerintah saja. Kami para guru kerja keras didik anak berdasarkan aturan dimaksud supaya ada isi dalam otak. Bukan semata-mata siswa bisa mendapat lembaran ijazah. Itu harus ingat,” tutup Pater sekaligus ketua PSW yayasan Tillemans Kabupaten Intan Jaya.

[Nabire.Net/Adol Sondegau.]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.