Pelantikan enam pasangan Bupati/Wakil Bupati di Sasana Krida Jayapura Papua, rabu siang tadi (17/02) ternyata sempat diulang. Penyebabnya cukup unik, lupa membacakan sumpah. Padahal pembacaan sumpah itu adalah hal yang penting. Lalu bagaimana bisa lupa membacakan sumpah? Begini ceritanya.
Gubernur Papua, Lukas Enembe pada Rabu (17/2/2016) siang sejatinya melakukan pengambilan sumpah/janji para Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Asmat, Merauke, Waropen, Pegunungan Bintang dan Keerom yang dilantik secara bersamaan.
Nah, para Bupati dan Wakil Bupati itu, saat sudah berbaris tiba-tiba langsung diminta gubernur untuk maju dan menandatangi surat berita acara pelantikan. Padahal ke-6 kepala daerah itu belum mengucap sumpah dan janji sebagai kepala daerah.
Pasca penandatanganan berita acara ini, tiba-tiba Sekda Papua, Heri TEA Dosinaen langsung maju ke depan dan mendekati gubernur, seraya membisikan sesuatu. Tak lama kemudian, Lukas Enembe langsung menyebutkan upacara pelantikan ini akan diulang.
“Maaf, pelantikan ini akan diulang kembali,” ucapnya.
Selama pelantikan ulang itu berlangsung, Sekda Papua Heri Dosinaen berdiri langsung di belakang para kepala daerah dan mengarahkan kepada protokoler tahapan-tahapan yang akan dilalui, sambil menggerakkan kedua tangannya, sebagai bahasa isyarat.
Tak hanya itu, dalam pelantikan ini, Lukas Enembe juga sebanyak dua kali salah menyebutkan nama Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka menjadi Constan Karma, yang merupakan mantan pejabat di Papua. Di saat kedua kali salah penyebutan itu, undangan yang memenuhi Sasana Krida pun tertawa.
“Waduh maaf, salah ya, bukan Constan Karma tapi Costan Otemka. Ya, semoga kesalahan saya ini membawa berkat bagi anda dan jejak karir Anda ini seperti Constant Karma, salah satu pejabat Papua yang berhasil,” paparnya.
“Selamat berkarya dan selamat bergabung dengan dunia pemerintahan yang tidak bisa membuat anda tidur nyenyak, karena selalu memikirkan rakyat,” ujar Lukas Enembe dalam sambutannya.
Tidak masalah jika Pak Enembe tidk memberi kesemptn sumpa janji. Buat kami org Pepua NKRI tdk ada artinya, emang NKRI mau buat apa d Papua. Pmrnth NKRI dtg Hnya untk mencuri dn membinasakn org Papua.
Klarifikasi redaksi diatas:
Pelantikan tetap berjalan seperti biasa hanya pengucapan sumpah/janji sempat diulang karena pengucapan pertama serentak belum diikuti oleh para bupati apa yang dibacakan pak gub, sehingga pak gub diingatkan sekda prov dan pengucapan sumpah/janji diulang.
Lawan
Tidak masalah jika Pak Enembe tidk memberi kesemptn sumpa janji. Buat kami org Pepua NKRI tdk ada artinya, emang NKRI mau buat apa d Papua. Pmrnth NKRI dtg Hnya untk mencuri dn membinasakn org Papua.
Bukan pelantikan
Klarifikasi redaksi diatas:
Pelantikan tetap berjalan seperti biasa hanya pengucapan sumpah/janji sempat diulang karena pengucapan pertama serentak belum diikuti oleh para bupati apa yang dibacakan pak gub, sehingga pak gub diingatkan sekda prov dan pengucapan sumpah/janji diulang.