Senin pagi (24/2) terjadi demo oleh sejumlah orangtua SD YPK Kalibobo terkait dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Orangtua murid yang berjumlah 20 orang tersebut kecewa lantaran penyaluran dana BSM yang dibagikan tidak tepat sasaran.
Para orangtua murid juga mempertanyakan pemotongan Rp 100.000 dari dana BSM dengan alasan untuk dibagikan kepada siswa lain yang tidak kebagian dana BSM.
Akhirnya, dilakukan pertemuan di Aula Dinas Pendidikan & Pengajaran Nabire yang dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan, Primus Butu, didampingi Stafnya Abu Bakar. Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Sekolah SD YPK Kalibobo beserta Guru dan orangtua murid.
Menurut Kepala Sekolah SD YPK Kalibobo, Andreas Rumasep, pihak sekolah mengajukan seluruh siswa yang berjumlah 285 orang untuk menerima dana BSM, namun setelah data tersebut disortir oleh Pusat, dana yang diberikan hanya diperuntukkan bagi 154 siswa saja. Terkait pemotongan 100 ribu, itu kebijakan dari pihak sekolah sendiri agar para siswa yang belum mendapat dana bisa diberikan dana BSM dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Para orangtua murid pada kesempatan itu meminta agar ada transparansi serta kejujuran dalam setiap anggaran BSM maupun anggaran lainnya yang nantinya akan dilaksanakan pertemuan pihak komite sekolah dan wali murid. Pada kesempatan itu juga disampaikan aspirasi agar kepala sekolah diganti karena selama menjabat dinilai tidak pernah berkoordinasi dengan wali murid.
Sekretaris dinas, Primus Butu pada kesempatan itu mengatakan, seluruh wilayah Kabupaten Nabire yang mendapatkan dana BSM dari pusat berjumlah 5.000 siswa. Dan itu akan dibagi semua ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Nabire. Dana bantuan tersebut, kata Primus, dari pusat turun langsung di rekening masing-masing sekolah, bukan melalui Dinas P dan P yang menerima.
Tinggalkan Komentar