INFO NABIRE
Home » Blog » Mengapa Data Positif Covid-19 di Nabire Masih 16 ? Ini Penjelasan Dokter Frans Sayori

Mengapa Data Positif Covid-19 di Nabire Masih 16 ? Ini Penjelasan Dokter Frans Sayori

(Data kasus covid-19 Nabire tanggal 1 Mei 2020)



Nabire – Pasca dirilisnya data kasus positif covid-19 di Nabire, 28 April 2020 lalu, sejumlah pihak bertanya-tanya adanya perbedaan data antara data di infografis yang dirilis Tim Satgas Covid-19 kabupaten Nabire dengan pernyataan juru bicara Satgas Covid-19 kabupaten Nabire, Dr.Frans Sayori, M.Kes, saat jumpa pers pengumuman kasus covid-19 Nabire.

Warga mempertanyakan selisih data pasien positif covid-19 di infografis dengan keterangan Dr.Frans Sayori, dimana di data infografis tertulis 16 pasien positif covid, sedangkan keterangan Dr.Frans Sayori sudah ada 1 pasien negatif covid, tapi tidak tertulis pada data pasien sembuh.

(Baca Juga : Jumlah Kasus Covid-19 di Nabire Menjadi 15 Orang, 1 Pasien Covid Dinyatakan Sembuh)

Untuk mengetahui secara jelas hal tersebut, Nabire.Net meminta penjelasan langsung dari Dr.Frans Sayori, Jumat (01/05).

Pertama-tama, dokter sayori menegaskan bahwa data kasus positif covid-19 Nabire di infografis adalah data kumulatif, seperti halnya data infografis dari provinsi, demikian halnya juga dengan infografis di kabupaten.

Dijelaskan, saat swab test pertama yang positif 3 orang, dan swab test kedua yang positif 13 orang, maka data kumulatifnya yaitu 3+13 sama dengan 16 data kumulatif.

Kemudian berkaitan dengan pernyataan di jumpa pers bahwa ada 1 pasien yang hasil tesnya negatif dan kondisinya secara riil sudah tanpa keluhan (sehat), tetapi belum ditulis di data pasien sembuh, dokter sayori menjelaskan bahwa hal itu sesuai dengan kebijakan dari dokter penanggung jawab pasien yaitu dr.Mawarti Sp.PP.

Dikatakan, dr. Mawarti selaku penanggung jawab pasien belum bisa mengeluarkan surat keterangan sehat karena beliau ingin yakin betul bahwa pasien ini sudah benar-benar sembuh dari corona, dengan cara mengikuti satu kali lagi swab test.

“Walaupun secara riil pasien sudah tanpa keluhan dan tinggal menunggu waktu swab kedua, tapi dokter penangungg jawab pasiennya ingin yakin betul bahwa pasien ini benar-benar sembuh dari virus,” ujar dokter Sayori.

“Memang berdasarkan pedoman secara keseluruhan orang yang negatif harus mengikuti dua kali swab test, tapi ada juga pedoman dari patologi klinik berdasarkan dokter yang tangani, jika dokter yang tangani belum yakin betul, bisa dua kali swab”, lanjut dokter Sayori.

Lebih lanjut dokter Sayori mengatakan, sembuh yang ia maksud saat jumpa pers artinya pasien tersebut hasil swabnya negatif, tapi secara administrasi, menyatakan pasien sembuh harus dengan surat sehat, sementara dokter penanggung jawab pasien masih ingin melakukan swab test yang kedua sehingga belum mengeluarkan surat sehat.

Saat ditanyakan kapan swab test keduanya akan dilaksanakan, dokter Frans mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan rapid test kedua tanggal 7 Mei 2020, setelah rapid kedua baru dilakukan swab, dan kemudian baru dikirim hasilnya, sehingga tidak membebani biaya pengiriman.

“Walaupun dari sisi lain kita tetap pantau karena kontak erat screening awal kita rapid semua, supaya yang reaktif-reaktif semua kita tentukan kapan swab bersama pasien di rumah sakit lalu dikirim ke Jayapura”, tutup dokter Frans.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.