Memaknai Spirit Dalam Tradisi Mandi di Pantai Menjelang Ramadhan di Nabire

Nabire, sebagaimana tradisi menjelang bulan Ramadhan pada masyarakat muslim di tempat daerah Lain. masyarakat muslim nabire memiliki tradisi mandi di pantai menjelang datang bulan puasa Ramadhan. Kegiatan ini pada umumnya di lakukan secara bersama-sama dengan keluarganya, sanak famili. dengan dibarengi tujuan wisata. Nampak kesan sebagai kegiatan libur dengan nuansa keagamaan.
Layaknya kegiatan keagamaan pra Ramadhan di beberapa daerah sangat semarak dan memiliki nilai semangat memelihara budaya lokal. seperti di jawa dengan tradisi padusan (mandi) menjeleng datangnya bulan puasa, Nyadran, Nyekar (ziyarah kubur), di Semarang dengan upacara dugderan, Dandangan pada masayarakat kudus-jawa, upacara Suru Maca (pada masayarakat bugis makasar) dan Madappa Keteng ( pada masayarakat Sulawesi Selatan).
Belum diketahui sejak kapan mulai ada tradisi mandi pantai- pra Ramadhan- bagi muslim nabiere. Namun fenomena ini menandai adanya dialektika kearifan lokal ( local wisdom) dengan nilai keagmaan. karena realitas tradisi ( mandi di pantai) bersandar pada peristiwa kegamaan yaitu Ramadhan.
Kesadaran pemaknaan datangnya bulan ramdhan dimulai dengan membangun persaudaraan dengan jalan bersama-sama berkumpul dengan sanak saudara. memperkuat kekuatan solidaritas. dengan cara sekedar makan bersma atau mandi, berenang di laut.
Nuansa spiritual dibangun dengan tujuan bahwa nanti setelah masuk bulan ramdhan fokus untuk beribadah.
Dialektika keagamaan dan budaya yang bergumul dengan tradisi lokal. menikmati dan mensyukuri karunia Tuhan, menikmati keindahan alam semesta keindahan pantai sepanjang utara pulau papua.
Tradisi mandi pantai sebelum bulan puasa ramadhan nampak telah berlangsung lama dari tahun ke tahun.
ke depan tradisi ini bisa diapresiasi oleh pemerintah daerah atau menjadi tradisi keagamaan yang dijaga dengan tetap menjaga kesantunan dengan menjaga lingkungan alam sebagai khazanah ekosistem alam nabire. Kebutuhan untuk menikmati lingkungan pantai dan keundahannya maka penting bagi masyarakat untuk menjaga keindahan hayati di sekitar wilayah Nabire.
Spirit keagamaan dan budaya serta alam menjadi modal sosial untuk membangun kohesifitas semua kelompok masyarakat yang berada di wilayah kota Nabire.
mengingat Nabire adalah tempat bernaung beragam suku dan kehidupan beragama yang penuh kebinekaan. maka menjaga alam, budaya dan agama dalam dialektika spirit persaudaran seakan menjaga keseimbagan kehidupan sosial.
*Penulis, Basirun, Kepala Pengadilan Agama Nabire
[Nabire.Net]


Leave a Reply