INFO PAPUA BARAT DAYA
Home » Blog » Mahasiswa UKiP Sorong Teliti Kebersihan Pantai Suprau, Sampah Laut Jadi Perhatian

Mahasiswa UKiP Sorong Teliti Kebersihan Pantai Suprau, Sampah Laut Jadi Perhatian

(Mahasiswa UKiP Sorong Teliti Kebersihan Pantai Suprau, Sampah Laut Jadi Perhatian)
(Mahasiswa UKiP Sorong Teliti Kebersihan Pantai Suprau, Sampah Laut Jadi Perhatian)

Sorong, Persoalan kebersihan kawasan pesisir menjadi perhatian mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian Universitas Kristen Papua (UKiP) Sorong. Hal tersebut dibahas dalam Seminar Proposal (Sempro) yang digelar pada Kamis, 2 Oktober 2026.

Seminar proposal tersebut mempresentasikan rencana penelitian mahasiswa MSP, Elison Walianggen, yang mengangkat topik “Indeks Kebersihan Pantai Suprau, Kota Sorong, Papua Barat Daya.” Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui kondisi kebersihan Pantai Suprau berdasarkan keberadaan dan karakteristik sampah di kawasan pesisir tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi MSP UKiP Sorong, Melisa C. Masengi, S.Pi., M.Si. Sejumlah unsur akademik turut hadir, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Ivonne Lekawakbesy, S.P., M.Si., para dosen pembimbing dan penguji, serta dosen tetap Program Studi MSP.

Dalam pemaparannya, Elison menjelaskan bahwa kondisi sampah laut di kawasan Pantai Suprau menjadi salah satu alasan pentingnya penelitian tersebut dilakukan. Keberadaan sampah di wilayah pesisir tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan dan ekosistem pesisir.

Bagi kawasan yang memiliki potensi sebagai lokasi wisata, persoalan kebersihan juga dapat memengaruhi kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, penelitian mengenai indeks kebersihan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi Pantai Suprau.

Dosen Berikan Masukan Metodologi

Sesi diskusi menjadi bagian penting dalam seminar. Rojer Tabalesy, S.Si., M.Si., memberikan sejumlah catatan terkait rancangan penelitian, khususnya mengenai metodologi, penentuan stasiun pengambilan sampel, serta tata cara penulisan ilmiah.

Masukan tersebut diberikan agar proses penelitian nantinya memiliki metode yang jelas dan mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Sementara itu, Dr. Dwi Indah Widyayanti, M.Si., menekankan masih terdapat sejumlah bagian proposal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Revisi tersebut menjadi bagian dari proses akademik sebelum penelitian memasuki tahap berikutnya.

Diskusi juga berlangsung dengan keterlibatan mahasiswa. Jeri Degei, mahasiswa aktif semester VIII, mengajukan pertanyaan mengenai pengertian dan pengelompokan sampah organik serta nonorganik yang akan menjadi bagian dari pengamatan di Pantai Suprau.

Dekan Fakultas Pertanian UKiP Sorong, Ivonne Lekawakbesy, meminta agar seluruh catatan perbaikan diperhatikan dan dilengkapi secara maksimal. Menurutnya, penyempurnaan proposal menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa melanjutkan penelitian.

Ketua Program Studi MSP, Melisa C. Masengi, juga meminta Elison segera menindaklanjuti hasil evaluasi dan memperbaiki proposal secara cermat.

Seminar proposal ini menjadi salah satu tahapan akademik yang harus dilalui Elison sebelum memasuki penelitian lapangan. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi kebersihan Pantai Suprau sekaligus menjadi bahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah dalam memahami persoalan sampah di kawasan pesisir Kota Sorong.

Dengan selesainya tahapan seminar proposal, Elison diharapkan dapat segera menyelesaikan revisi dan mempersiapkan penelitian lapangan sesuai arahan dosen pembimbing dan penguji.

[Nabire.Net/Jeri Degei]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.