Mahasiswa Tolak Pemekaran Kampung di Deiyai. Ini Tanggapan Koalisi Enaimo Ekowai

Deiyai, 12 Juli 2025 – Aksi demo damai yang digelar oleh sekelompok mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai Front Mahasiswa dan Masyarakat Deiyai menolak rencana pemekaran kampung/desa di wilayah Kabupaten Deiyai. Aksi ini pun mendapat tanggapan serius dari Koalisi Enaimo Ekowai yang terdiri dari sejumlah partai politik, seperti PPP, PKN, PKB, Gelora, PSI, Demokrat, PKS, dan PBB.
Koalisi menyatakan bahwa pemekaran kampung justru merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama diimpikan. Mereka menilai bahwa penolakan yang dilontarkan oleh mahasiswa harus didasari oleh kajian ilmiah yang kredibel agar tidak menyesatkan publik.
“Sudah lama masyarakat menanti pemekaran kampung. Kini saat Bupati Melkianus Mote, ST mulai mengupayakan hal tersebut, masyarakat tentu sangat bersyukur,” ujar salah satu perwakilan koalisi.
Menurut mereka, banyak kampung di Deiyai yang secara objektif layak untuk dimekarkan. Usulan pemekaran ini pun tidak dipaksakan oleh pemerintah, melainkan murni dari aspirasi warga. Ditegaskan pula bahwa proses pemekaran harus melalui tahapan uji kelayakan sesuai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Koalisi juga mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menyuarakan pendapat, namun mereka berharap mahasiswa turut melakukan kajian lapangan dan menyerap langsung aspirasi masyarakat di kampung-kampung.
“Dari hasil pengamatan kami, lebih dari 400 usulan pemekaran telah masuk ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Deiyai. Ini membuktikan bahwa pemekaran adalah kebutuhan riil dari masyarakat sendiri,” pungkasnya.
Koalisi Enaimo Ekowai menekankan pentingnya pemekaran kampung demi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih maksimal di setiap kampung di Deiyai.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar