Yayasan PNG Lepas Mahasiswa S1 dan S2 Papua Tengah untuk Studi ke UDN Jawa Timur
Nabire, Yayasan Pendidikan Nasional Global (PNG) menggelar acara pelepasan mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Reguler yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) di Universitas Doktor Nugroho (UDN) Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung di Nabire, Kamis, 1 Oktober 2026, dan diikuti mahasiswa dari sejumlah program pendidikan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualifikasi tenaga pendidik di Papua Tengah.
Mahasiswa yang dilepas terdiri atas peserta program S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) atau Pendidikan Khusus serta mahasiswa program S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Program RPL memberikan kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan dengan mengakui pengalaman dan capaian pembelajaran yang telah dimiliki sebelumnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Global, Nelly Anou, M.Kes, menyampaikan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan.
Melalui kerja sama dengan Universitas Doktor Nugroho Jawa Timur, para mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan kompetensi yang semakin kuat. Bekal tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan kembali dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat di Papua Tengah.
Dalam acara pelepasan, mahasiswa juga diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan studi dengan sungguh-sungguh. Selain mengejar peningkatan kualifikasi akademik, mereka diharapkan tetap membawa identitas daerah dan menjaga nama baik Papua Tengah selama menjalani pendidikan.
Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan. Guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang semakin baik dapat berperan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Program pendidikan yang diikuti mahasiswa juga memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia pendidikan di daerah. Pendidikan Khusus, misalnya, berkaitan dengan layanan pembelajaran bagi peserta didik yang membutuhkan pendekatan dan dukungan khusus.
Pelepasan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa sebelum memulai atau melanjutkan proses akademik mereka di Jawa Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung perkembangan pendidikan di Papua Tengah.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar