INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Mahasiswa Intan Jaya Desak Pemerintah Daerah Segera Salurkan Bantuan SPP dan Dana Akhir

Mahasiswa Intan Jaya Desak Pemerintah Daerah Segera Salurkan Bantuan SPP dan Dana Akhir

(Mahasiswa Intan Jaya Desak Pemerintah Daerah Segera Salurkan Bantuan SPP dan Dana Akhir)

Intan Jaya, 26 Juni 2024 – Mahasiswa Intan Jaya, Roni Loven Duwitau, meminta kepada Kepala Bagian Kesra Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya, agar segera menyalurkan bantuan untuk mahasiswa/i di bulan Juni. Hal ini mendesak karena pembayaran SPP di berbagai kampus negeri dan swasta telah dibuka, sementara hingga saat ini belum ada reaksi penyaluran bantuan mahasiswa/i untuk tahun ini.

Selain bantuan mahasiswa/i, Duwitau menekankan pentingnya penyaluran dana akhir studi bagi mahasiswa yang akan wisuda tahun ini. Menurutnya, jumlah yang disalurkan seharusnya minimal Rp 15 juta, mengingat banyaknya utang yang harus dilunasi sebelum wisuda. “Seringkali mahasiswa/i batal wisuda karena kurangnya dana,” ujar Duwitau.

Duwitau juga mengingatkan bahwa apabila bantuan tidak disalurkan pada bulan Juni, banyak mahasiswa/i dari Intan Jaya yang akan mengalami kesulitan dalam membayar SPP. “Tagihan SPP bagi mahasiswa/i di universitas negeri seperti Universitas Papua, Universitas Cenderawasih, dan lainnya, harus dibayar sesuai ketentuan lembaga pendidikan. Ini menjadi indikator utama dalam menempuh pendidikan oleh setiap mahasiswa/i,” jelasnya.

Kondisi daerah yang sulit dan orang tua yang kesulitan mencari uang untuk biaya SPP membuat para mahasiswa sangat berharap pada bantuan pemerintah daerah. “Kami memohon agar Kabag Kesra segera bereaksi dalam waktu dekat untuk penyaluran bantuan mahasiswa/i dan dana akhir studi,” kata Duwitau.

Duwitau juga mengingatkan bahwa jika pemerintah daerah, khususnya Kabag Kesra, tidak segera menyalurkan bantuan pada bulan Juni, maka banyak mahasiswa/i asal Intan Jaya yang akan terpaksa berhenti kuliah dan batal wisuda. “Ini bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekerasan mahasiswa terhadap Badan Pengurus Ikatan atau aksi mahasiswa di kediaman Kabag Kesra secara tidak terhormat. Jika hal ini terjadi, maka masalah 100% akan menjadi tanggung jawab pemerintah Intan Jaya, khususnya Kabag Kesra,” tegasnya.

“Saya mahasiswa Intan Jaya, saya generasi penerus Intan Jaya, saya agen perubahan Intan Jaya, dan saya punya orang tua yaitu pemerintah Intan Jaya. Saya bukan anak yatim piatu,” tutup Roni Loven Duwitau.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

  • Abc
    27 June, 2024 21:39 at 21:39

    Berita seperti ini yg di lihat itu miris

Your email address will not be published.