INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Mahasiswa Asal Intan Jaya Ini Minta Pemda dan DPRD Intan Jaya Perhatikan Nasib Mama-Mama Papua

Mahasiswa Asal Intan Jaya Ini Minta Pemda dan DPRD Intan Jaya Perhatikan Nasib Mama-Mama Papua

(Mahasiswa UNIPA asal Intan Jaya, Roni Duwitau)

Nabire, Salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang saat ini kuliah di UNIPA Manokwari, Roni Loven Duwitau, meminta kepada Pemda dan DPRD Intan Jaya agar memperhatikan nasib mama-mama Papua.

Dijelaskan Roni, jika melihat realita yang ada di Intan Jaya, banyak warga non OAP yang menjual bahan lokal Papua seperti pinang. Hal ini tentu berdampak bagi mama-mama asli Papua yang menjual bahan yang sama.

Oleh karena itu, Roni meminta agar Pemda dan DPRD Intan Jaya memberi tempat jualan yang layak bagi mama-mama Papua serta membuat peraturan daerah membatas warga non OAP untuk menjual bahan-bahan lokal Papua.

Roni merasa prihatin dengan mama-mama Papua yang masih berjualan di tanah dan jualannya kerap tidak laku karena pembeli lebih memilih mereka yang berjualan di kios.

Roni mengingatkan juga kepada warga non OAP untuk tidak merampas nafkah mama-mama asli Papua dengan memperjual belikan hasil kebun dan bahan lokal yang seharusnya dijual mama-mama Papua.

Roni meminta Pemda dan DPRD Intan Jaya untuk membatasi penjualan bahan lokal oleh warga non OAP.

Selain itu Roni juga meminta agar harga ojek dari kampung ke kota jangan terlalu mahal.

Untuk pertambangan, pemda dan DPRD harus membuat peraturan daerah untuk pembatasan tanah adat setiap suku dan marga sesuai dengan hak ulayat agar isu Blok Wabu tidak seenaknya masuk tanpa ijin.

“Pemerintah dan DPRD intan jaya ingat! Kamu dibesarkan oleh rakyat kecil. Kamu disekolahkan oleh rakyat kecil. Kamu diberi jabatan dan pangkat oleh rakyat kecil. Suatu saat kamu turun jabatan pasti kembali jadi rakyat kecil. Tanpa rakyat kecil, kamu tak berdaya, ingat itu. Oleh sebab itu cintailah rakyatmu’,” pungkas Roni.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.