Legislator Anis Labene Minta PLN Kebut Penyediaan Listrik di Sinak Puncak
Nabire, Upaya memperluas akses listrik di Papua Tengah kembali mendapat dorongan dari legislatif daerah. Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene, mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan penerangan telah disampaikan kepada pihak PLN hingga pemerintah pusat. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Puncak, khususnya Distrik Sinak.
Anis menyampaikan hal tersebut pada Kamis (13/8/2026). Menurut dia, kebutuhan listrik merupakan salah satu persoalan dasar yang banyak disampaikan masyarakat saat anggota DPR Papua Tengah melakukan kunjungan dan menyerap aspirasi di daerah pemilihan.
Ia menjelaskan, dalam proses tersebut Komisi V DPR Papua Tengah menggandeng PLN untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah wilayah yang masih membutuhkan akses listrik. Peninjauan lapangan dilakukan agar rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.
“Yang penting sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing,” kata Anis.
Menurut Anis Labene, kebutuhan penerangan tidak berdiri sendiri. Dalam berbagai kegiatan reses, masyarakat juga menyampaikan persoalan lain seperti akses air bersih dan kebutuhan infrastruktur dasar. Aspirasi tersebut kemudian dihimpun dan diteruskan kepada pihak terkait, termasuk PLN.
Ia mengatakan PLN telah melakukan pengusulan program kelistrikan kepada pemerintah pusat. Harapannya, usulan tersebut dapat memperoleh dukungan anggaran dan kebijakan sehingga pembangunan jaringan maupun sumber pembangkit listrik bisa segera direalisasikan.
Pada 12 Agustus 2026, Anis bersama pihak terkait juga menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan DPR RI. Pertemuan itu disebut menjadi bagian dari upaya mendorong agar kebutuhan kelistrikan Papua Tengah mendapatkan perhatian lebih serius di tingkat nasional.
Anis menambahkan, sebelumnya juga telah dilakukan pembahasan antara pemerintah pusat dan kementerian terkait mengenai kebutuhan listrik di Papua Tengah. Ia menyebut terdapat harapan agar pelayanan dan penyediaan listrik di provinsi tersebut semakin diperkuat melalui kebijakan pemerintah.
Sinak dinilai strategis untuk pengembangan listrik
Dari sejumlah wilayah yang didorong, Kabupaten Puncak menjadi salah satu perhatian Anis. Secara khusus, ia menyoroti Distrik Sinak yang dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung bagi sejumlah distrik lainnya.
Menurut Anis, apabila kebutuhan listrik di Sinak dapat dipenuhi, manfaatnya berpotensi dirasakan oleh masyarakat di wilayah sekitar yang terhubung dengan distrik tersebut.
“Kalau Sinak terang, pasti yang mendapatkan manfaat bukan hanya Sinak, tetapi juga distrik-distrik lain di sekitarnya,” ujarnya.
PLN sebelumnya telah melakukan kajian lapangan di Sinak untuk melihat potensi sumber energi yang dapat dikembangkan. Dari hasil peninjauan tersebut, terdapat peluang pemanfaatan pembangkit berbasis energi lokal, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Papua Tengah memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan jaringan listrik konvensional. Pemanfaatan potensi energi setempat dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas layanan listrik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Bagian dari program Papua Tengah Terang
Anis menilai penguatan kelistrikan di berbagai kabupaten merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan program Papua Tengah Terang yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Ia menyebut kebutuhan listrik masih cukup besar, terutama di wilayah seperti Puncak, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Karena itu, pembangunan kelistrikan tidak hanya perlu difokuskan di pusat pemerintahan, tetapi juga diarahkan ke distrik-distrik yang selama ini masih menghadapi keterbatasan penerangan.
Bagi masyarakat, ketersediaan listrik bukan sekadar persoalan penerangan rumah. Akses listrik juga berkaitan dengan pendidikan, pelayanan kesehatan, komunikasi, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan di tingkat distrik dan kampung.
Masyarakat diminta ikut mengawal
Anis berharap masyarakat Papua Tengah ikut mengawal proses pengusulan hingga pelaksanaan program kelistrikan tersebut. Ia mengatakan perjuangan untuk menghadirkan listrik di daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPR, PLN, kementerian terkait, hingga masyarakat.
“Kita sama-sama mengawal kebijakan dan program ini agar kebutuhan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat tetap optimistis sembari menunggu tindak lanjut pemerintah pusat dan PLN terhadap usulan yang telah disampaikan. Perhatian khusus terhadap Sinak dan sejumlah wilayah lainnya diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat pemerataan listrik di Papua Tengah.
Dengan adanya kajian PLN serta dorongan dari pemerintah daerah dan DPR Papua Tengah, masyarakat kini menantikan kepastian mengenai tahapan pembangunan. Jika terealisasi, program tersebut diharapkan mampu membuka akses energi yang lebih luas sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedalaman Papua Tengah.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar