LDII Nabire Hadiri Munas IX LDII Secara Daring

Nabire, Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur pada Rabu (7/4). Presiden Jokowi di depan para peserta yang mengikuti pidato pembukaan secara daring tersebut, mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama.
“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.
Pengurus DPD LDII Kabupaten Nabire yang hadir secara daring di studio LDII Nabire JL. Surojo Tanojo, SH Kelurahan Karang Mulia berjumlah 25 orang.
Munas IX LDII Tahun 2021 kali ini, menurut ketua DPD LDII Kabupaten Nabire H. Nuryadi, S.Pd.,M.MPd memiliki spirit positif untuk kemajuan bangsa karena dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan dihadiri oleh lebih dari tiga ribu peserta dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Indonesia secara daring.
Lebih lanjut H.Nuryadi mengatakan bahwa warga LDII siap menyambut era revolusi industri 4.0, namun tetap dalam norma-norma yang sesuai dengan budaya Indonesia.
Munas IX LDII Tahun 2021 ini dihadiri 3.750 secara daring dan luring, dari studio utama maupun studio-studio yang tersebar di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Mereka mengikuti dari 457 studio mini, sementara para ulama, DPW LDII dari 33 provinsi, dan undangan lainnya yang hadir di lokasi mencapai 200 orang. Mereka diwajibkan swab antigen dan menjaga protokol kesehatan.
Dalam pidato pembukaan, Ketua Umum DPP LDII Ir. KH.Chriswanto Santoso, M.Sc menegaskan empati dan dukungannya terhadap Pemerintah. “LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini.
“Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya.
Menurut Chriswanto, jumlah penduduk yang meninggal karena covid-19 juga cukup membuat kita sedih, yaitu di kisaran 40 ribuan.
“LDII sangat merasakan dan sangat berempati terhadap masalah ini. LDII mengajak seluruh elemen bangsa bekerja keras, cerdas, kreatif, dan out of the box agar target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, kembali pada jalur semula.” lanjut Chriswanto.
Sejalan dengan konteks tersebut, Chriswanto mengatakan Munas IX LDII mengambil tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”. Dengan merevitalisasi dan menajamkan delapan program kerja yang ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018.
[Nabire.Net]


Leave a Reply