INFO PAPUA
Home » Blog » Kunjungan Dirjen Bimas Katolik ke SMAK Aweidabi Deiyai

Kunjungan Dirjen Bimas Katolik ke SMAK Aweidabi Deiyai

(Kunjungan Dirjen Bimas Katolik ke SMAK Aweidabi Deiyai)

Deiyai – Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Yohanes Bayu Samudro, S.Pd, M.Pd, berkesempatan mengunjungi SMAK Aweidabai, kabupaten Deiyai, (23/10) lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Dirjen Bimas Katolik, selain menghadiri acara Missio Canonica dan wisuda Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Papa Deiyai, Keuskupan Timika.

(Baca Juga : Kunjungan Dirjen Bimas Katolik RI Ke Nabire Untuk Menghadiri Wisuda STK Touye Papa Deiyai)

Kedatangan Dirjen Bimas Katolik disambut oleh Ketua Yayasan Aweidabi beserta para guru dan siswa SMAK Aweidabi. Hadir juga Ketua Komite. Yohanes Bayu disambut oleh tarian adat Koteka Moge.

Dalam pertemuan singkat yang dilaksanakan di ruang guru SMAK Aweidabi, sambil menyerahkan Dokumen Proposal Penegerian SMAK Aweidabi Deiyai, Ketua Yayasan Aweidabi Deiyai, Michael Tekege mengharapkan agar status SMAK Aweidabi bisa menjadi sekolah negeri.

“Kami sangat mengaharapkan status sekolah menjadi negeri. Hal ini karena dalam mengembangkan mutu Pendidikan ini tentu dengan kerja keras serta dukungan dari Yayasan yang kokoh. Untuk menjawab kebutuhan ini, kami mengharapkan Bapak Dirjen sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama untuk diperhatikan dengan serius untuk dapat memperhatikannya,” katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAK Aweidabi Deiyai, Anton Badii menambahkan, beberapa hal menjadi kebutuhan utama di sekolah yakni asrama putra dan asrama putri.

Hal itu kata Anton menjadi fokus utama sekolah, karena banyak siswa yang dari jauh tidak bisa lanjutkan pendidikan di SMAK sebab sekolah tidak menyediakan tempat tinggal untuk siswa.

Selain itu, sekolah juga masih membutuhkan ruang belajar, sebab jurusan IPS dan IPA sudah dibagikan namun kami masih kewalahan dengan ruang belajar.

“Kami juga masih membutuhkan ruang kepala sekolah sebab selama ini kepala sekolah tidak ada ruang tersendiri sehingga ketika ada tamu ataupun tentang administrasi kami kewalahan karena masih bergabung dengan para guru. Dan yang terakhir adalah kami sangat membutuhan laboratorium sebagai tempat berlatih para siswa. Laboratoium yang kami butuhkan adalah laboratorium IPA, laboratorium computer yang dilengkapi dengan sarana atau peralatan,” ujar Anton Badii.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Papua, Amsal Yowei, S.Th,  yang hadir mendampingi Dirjen, mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk menjawab berbagai keluhan dan kebutuhan sekolah.

“Ada empat SMAK dan empat SMTK di Papua yang kami sedang usulkan proses menjadi sekolah negeri melalui Program Aku Cinta Papua yang akan direalisasikan pada tahun 2021, dan salah satu sekolah yang sudah diajukan adalah SMAK Aweidabi Deiyai,” tutur Kakanwil.

Sementara Dirjen Bimas Katolik, Bapak Yohanes Bayu Samodro menyampaikan bahwa semua keluhan maupun kebutuhan dari sekolah, kepala kantor kemenag kabupaten maupun Kakanwil Papua akan dijawab sesuai keadaan dan kesanggupan kementerian maupun di direktorat.

“Tugas bapak dan ibu sekalian adalah menyiapkan dokumen proposal secara tertulis dan selalu meminta pertolongan dan bantuan dari Tuhan,” harap Yohanes.

Kunjungan dan pertemuan Bapak Dirjen Bimas Katolik Kemeng RI ke SMAK Aweidabi Deiyai langsung disaksikan oleh Pastor Marten E. Kuayo,Pr (Uskup Administrator Kuskupan Timika), Bapak Haryono (Kasubdit Menengah Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI), Bapak Ferdi Lawa (Pengawas Pendidikan Katolik Kantor Wilayah Kemenag Prov.Papua) serta Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten di Wilayah Meepago.

Dalam keterangannya, Wakil Kepala Sekolah Agustian Tatogo mengatakan, dalam waktu yang sangat singkat dan sangat padat, kami kencuri waktu di pagi hari sebelum kegiatan STK Touye Papa dimulai.

Kedatangan Bapak Dirjen ke Deiyai dengan agenda menyaksikan langsung wisuda sarjana STK Touye Papa. Namun demikian, SMAK Aweidabi Deiyai juga merindukan kunjungan ke sekolah sebab STK dan SMAK Aweidabi Deiyai berada di bawah bimbingan beliau.

Oleh karena itu, kami pihak SMAK mengusulkan kepada Bapak Dirjen untuk mengunjungi SMAK Aweidabi dan usulan kami diterima baik oleh beliau” Demikian tandasnya. Sementara, secara teknis penjemputan telah disiapkan dua hari sebelumnya oleh para guru dan siswa SMAK Aweidabi Deiyai di bawah bimbingan Ibu Veronika Adii yang juga sebagai guru mapel di sekolah.

Pertemuan pun berlangsung meriah. Para siswa melakukan tarian adat, Yuu- Waita serta wani di halaman sekolah selama pertemuan berlangsung di ruang guru. Keluarga besar SMAK Aweidabi Deiyai sangat berterimakasih atas kunjungan Bapak Dirjen beserta rombongannya, ini disampaikan langsung oleh Ibu Irene Ukago sebagai pengarah acara dalam pertemuan singkat tersebut. “Harapan kami selama ini menjadi luka yang terpendam dan pada kesempatan ini luka tersebut sudah dan telah terobati dengan kedatangan Bapak Dirjen beserta rombongannya” demikian tandasnya.

Kegiatan pertemuan dengan Bapak Dirjen berserta rombongan ini berlangsung hanya 25 menit. Akhir dari pertemuan ini dilaksanakan foto Bersama, baik Bapak Dirjen beserta rombongan serta keluarga besar SMAK Aweidabi Deiyai dan para tamu dan simpatisan di halaman SMAK Aweidabi Deiyai.

[Nabire.Net/Domin Badii]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.