Kepala BPS Nabire Pimpin Task Force Sensus Ekonomi 2026 di Dogiyai
Dogiyai, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire mengerahkan tim Task Force Sensus Ekonomi 2026 ke Kabupaten Dogiyai untuk memperkuat pendataan pelaku usaha yang sebelumnya belum berhasil dijangkau. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat partisipasi atau response rate dari pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Tim yang dipimpin Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Ginting, SST, berangkat dari kantor BPS Nabire pada Selasa, 22 September 2026. Perjalanan menuju wilayah Dogiyai ditempuh sekitar tujuh jam menggunakan dua kendaraan.

Setibanya di Distrik Kamuu pada sore hari, tim harus menyesuaikan kegiatan dengan kondisi setempat. Keterbatasan fasilitas penginapan serta adanya pembatasan aktivitas masyarakat membuat tim harus mengatur waktu pelaksanaan kegiatan secara cermat.
Memasuki Rabu, 23 September, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan unsur keamanan setempat, termasuk Koramil dan Polres. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting sebelum petugas melanjutkan pendataan lapangan.

Kondisi keamanan di sejumlah wilayah Dogiyai membuat pelaksanaan pendataan dilakukan dengan pengawasan aparat. Pada hari pasar, patroli keamanan berlangsung sepanjang hari. Sementara pada hari lainnya, patroli dilakukan pada pagi dan sore hari.

Dalam pelaksanaan tugasnya, petugas BPS juga mendapatkan pemantauan melalui drone pada waktu-waktu tertentu. Pengamanan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan pendataan, terutama ketika tim mendatangi sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya belum memberikan respons.
Sasar Usaha yang Belum Terdata
Selama berada di Dogiyai, Task Force BPS Nabire melanjutkan pendataan terhadap sejumlah usaha yang belum berhasil dicatat dalam proses sebelumnya. Salah satu sasaran pendataan adalah pelaku usaha, termasuk masyarakat nusantara yang menjalankan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pada Kamis, 24 September, kegiatan pendataan kembali dilanjutkan. Selain mendata pelaku usaha, tim juga berhasil memperoleh informasi mengenai delapan puskesmas melalui fasilitasi BPJS Kesehatan Kabupaten Dogiyai.

Pendataan berlanjut pada Jumat, 25 September. Bersama personel Task Force, M. Dzaky, serta dengan dukungan KKD dari BPJS Kesehatan, tim melakukan pendataan di RSUD Dogiyai yang berada di Distrik Kamu Tengah. Sementara anggota tim lainnya melanjutkan pendataan terhadap sasaran usaha yang belum terjangkau.

Kegiatan Task Force tersebut akhirnya ditutup dengan kepulangan seluruh petugas menuju Nabire pada Sabtu, 26 September 2026. Seluruh anggota tim dilaporkan kembali dalam kondisi selamat.
Dorong Kelengkapan Data Ekonomi
Pelaksanaan Task Force ini menjadi bagian dari upaya BPS meningkatkan kelengkapan data dalam Sensus Ekonomi 2026. Data yang diperoleh dari lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas usaha dan kondisi perekonomian masyarakat.

Pendataan juga penting untuk memastikan pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau dapat masuk dalam cakupan sensus. Dengan semakin banyak usaha yang memberikan respons, kualitas informasi mengenai struktur dan perkembangan ekonomi daerah dapat semakin lengkap.

BPS Nabire melalui kegiatan tersebut terus berupaya menjangkau sasaran pendataan yang belum berhasil ditemui sebelumnya, dengan tetap memperhatikan kondisi dan situasi keamanan di lapangan.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar