INFO NABIRE
Home » Blog » Kembangkan Kapasitas Pendidikan, Yayasan PESAT Nabire Gandeng New Hope International Gelar Workshop

Kembangkan Kapasitas Pendidikan, Yayasan PESAT Nabire Gandeng New Hope International Gelar Workshop

Dalam rangka mengembangkan kapasitas para Guru, Kepala Sekolah serta Pengasuh Asrama di Yayasan PESAT, maka Divisi Pendidikan PESAT mengadakan Workshop selama 5 hari.

Workshop tersebut dilaksanakan sejak 31 Juli s/d 4 Agustus 2018. Workshop ini merupakan agenda pengembangan yayasan untuk membuka wawasan yang lebih komprehensif dan efektif dalam sebuah pelayanan pendidikan di Yayasan.

Berdasarkan visi yayasan yaitu membangun manusia seutuhnya merupakan dasar pengembangan program-program pemberdayaan dalam sumber manusia di komunitas sehingga kegiatan-kegiatan workshop diadakan.

Kegiatan Workshop Training of Trainer TLS One to Effective Teaching & Learning yang dilaksanakan di Graha Rehobot Nabire tersebut menghadirkan pembicara dari New Hope International, Mrs Sue Skuthorpe, D.Phil dan Mis Ruth Chyntia, serta dibantu penerjemah Mrs Stepahie, S.Pd, guru SMA Kristen Anak Panah.

New Hope International merupakan organisiasi pelayanan misi Kristen sedunia yang membantu pengembangan pendidikan di sekolah-sekolah Kristen. Lembaga ini dengan kesediaan hati berbagi ilmu bersama pada komunitas pendidik dan pengasuh asrama di Yayasan PESAT untuk pencerahan asensi nilai-nilai Kekristenan didalam pendidikan persekolahan.

Sesi-sesi yang diangkat dalam materi workshop menitikberatkan pada komunitas belajar yang berpusat pada Kristus dan Alkitab sebagai sumber dalam mengubah sumber daya manusia dipersekolahan.

Pada sesi 1 mempertanyakan apa itu sekolah Kristen. Pada sesi 2, belajar dalam komunitas. Di sesi 3 Roh Kudus dan Guru. Di sesi 4 menjadi Seorang guru kristen. Sesi 5, mengembangkan cara pandang Kristiani. Sesi berikutnya Dasar-dasar Alkitab untuk Pendidikan. Kemudian ada sesi yang menarik yaitu manusia diciptakan dalam rupa Allah yang dimana keberadaan siswa diperlakukan dengan penuh kasih dalam pembelajaran di kelas tanpa membedakan status sosial kesukuan dan keberagaman perilaku.

Pelatihan ini juga mengunakan metode dan sumber bahan ajar yang sederhana serta aktivitas yang kreatif menyenangkan. Simulasi kelas dalam pelatihan dibuat hidup, para peserta aktif melakukan diskusi dan tanya jawab untuk menjadikan sekolah yang kuat dalam komunitas belajar berdasarkan prinsip-prinsip alkitabiah. Para peserta workshop dituntut berpkir dari berbagai pandangan tentang sekuleritas dan spiritual sebagai letak berpijak menanamkan pengetahuan pada siswa-siswi.

Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu meneer Refly menyatakan bahwa  sekolah Kristen dan guru merupakan hal yang berat untuk menjalankan amanah agung untuk mengubah perilaku sikap dan cara belajar siswa dengan nilai-nilai kebenaran dengan disiplin kasih serta sebuah tanggung jawab Iman dimana suatu kelak nanti lulusan dipersekolahan kami menjadi pemimpin yang berkarakter Kristus. Dilanjutkan lagi bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan bagi kami, bahwa luar dan dalam sekolah Kristen harus mencerminkan kualitas keristenan .

Diakhir kegiatan tersebut mewakili ketua yayasan dari koordinator devisi pendidikan, Edie Sitepu, STh berharap pelatihan tersebut dapat dipraktikan secara efektif dipersekolahan yayasan yang dimana jumlah siswa putra daerah hampir 85%. Mereka diarahkan menjadi lulusan takut akan Tuhan dan akan membangun daerahnya dan bermasyarakat sesuai nilai-nilai Ketuhanan.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.