Pasca Wafatnya Pdt. Marthen Pakage, Wakil Ketua II DPRK Nabire Desak Penyelesaian Persoalan STA dan Klasis KINGMI
Nabire, 14 Juli 2026 – Wakil Ketua II DPRK Kabupaten Nabire, Joni Nehemia Pakage, meminta Klasis KINGMI Nabire segera membuka ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menurut pihak keluarga masih belum terselesaikan antara Sekolah Teologi Atas (STA) Nabire dan Klasis KINGMI Nabire.
Permintaan tersebut disampaikan Joni setelah wafatnya ayahnya, Pdt. Marthen Pakage, S.M.PAK, yang selama kurang lebih 36 tahun mengabdikan diri sebagai Kepala Sekolah Teologi Atas (STA) Kabupaten Nabire. Menurutnya, momentum ini menjadi saat yang tepat bagi seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan yang masih tertunda demi keberlangsungan lembaga pendidikan teologi tersebut.
“Kami meminta agar pihak Klasis segera duduk bersama membicarakan berbagai hal yang belum selesai antara STA dan Klasis KINGMI Nabire sehingga semuanya dapat diselesaikan secara baik,” ujar Joni.
Ia mengatakan penyelesaian melalui musyawarah merupakan langkah terbaik agar tidak menimbulkan persoalan yang berkepanjangan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memberikan kepastian terhadap berbagai hal yang selama ini menjadi perhatian pihak keluarga maupun pengelola STA.
Dalam keterangannya, Joni juga menyampaikan bahwa apabila persoalan terkait status tanah maupun hal-hal administratif lainnya tidak memperoleh penyelesaian, pihak keluarga akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pengurusan sertifikat atas tanah yang dimaksud.
“Kalau memang tidak ada penyelesaian, kami akan menempuh langkah administratif sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Selain meminta penyelesaian persoalan antara STA dan Klasis, Joni juga berharap adanya pembenahan dalam tata kelola organisasi Klasis KINGMI Nabire. Menurutnya, organisasi gereja memiliki tanggung jawab besar dalam membina jemaat sekaligus mendukung lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.
Ia berharap pelayanan gereja lebih mengedepankan nilai-nilai pengabdian, tanggung jawab, dan pelayanan kepada umat.
“Kami berharap kepengurusan Klasis dapat terus berbenah dan benar-benar mengutamakan pelayanan kepada Tuhan serta umat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah berpulangnya Pdt. Marthen Pakage, S.M.PAK, yang meninggal dunia pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 00.00 WIT di RSUD Siriwini Nabire.
Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan teologi di Kabupaten Nabire. Selama memimpin STA Nabire sejak tahun 1995, ia mendedikasikan hidupnya untuk membina calon-calon penginjil dan kader gereja yang kini melayani di berbagai wilayah di Tanah Papua.
Menurut keluarga, almarhum menjalankan tugasnya sebagai Kepala STA selama kurang lebih 36 tahun. Dalam masa pengabdiannya, banyak lulusan STA yang kemudian melanjutkan pelayanan sebagai pendeta, penginjil, guru agama, maupun pekerja gereja di berbagai daerah.
Joni menilai dedikasi ayahnya terhadap dunia pendidikan teologi layak mendapatkan penghargaan karena dilakukan secara konsisten selama puluhan tahun.
“Ayah kami mengabdikan hidupnya untuk pendidikan teologi dan membentuk banyak kader gereja yang kini melayani di berbagai daerah di Papua,” katanya.
Pihak keluarga juga menyampaikan pandangan bahwa selama memimpin STA Nabire, almarhum menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalankan kegiatan pendidikan. Pernyataan tersebut merupakan pandangan keluarga terhadap perjalanan pengabdian almarhum selama memimpin lembaga pendidikan tersebut.
STA Nabire sendiri merupakan lembaga pendidikan teologi yang berada di bawah naungan Klasis KINGMI Nabire. Selama bertahun-tahun, sekolah ini menjadi tempat pembinaan calon pelayan gereja yang berasal dari berbagai wilayah di Papua.
Keberadaan STA dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia gereja melalui pendidikan formal di bidang teologi. Banyak alumni sekolah tersebut yang kini melayani di jemaat-jemaat pedalaman maupun daerah perkotaan di Tanah Papua.
Bagi keluarga, penyelesaian berbagai persoalan yang masih ada bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi menjaga keberlangsungan lembaga pendidikan yang telah dibangun dan dipimpin almarhum selama puluhan tahun.
Mereka berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, komunikasi yang baik, dan semangat pelayanan sehingga STA Nabire dapat terus berkembang sebagai lembaga yang mencetak generasi pelayan gereja di masa mendatang.
[Nabire.Net]





Tinggalkan Komentar