Kelompok Tani Melani Putra Papua Kampung Maidey Nabire Panen Jagung Bersama Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan PPT

Nabire, Dalam rangka penguatan ekosistem pangan dan penguatan pangan nasional, Pemerintah terus mencari solusi untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, sekaligus juga untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.
Jagung merupakan komoditas strategis utama terpenting setelah padi dan salah satu komoditas tanaman palawija utama di Indonesia yang kegunaannya relatif luas, terutama untuk konsumsi manusia dan kebutuhan bahan pakan ternak. Jagung adalah komoditi strategis karena produktivitasnya tinggi dan kegunaannya beragam mulai dari pakan, pangan, energi dan bahan baku industri. Permintaan jagung dalam negeri sangat tinggi yang sebagian masih dipenuhi dengan impor.
Keberhasilan dalam meningkatkan budi daya usaha tani jagung tidak bisa terlepas dari sistem agribisnis komoditas itu sendiri. Pengembangan komoditas jagung oleh petani sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selama ini pakan ternak masih didatangkan dari luar daerah dalam bentuk pakan jadi, sehingga tidak dapat menyerap produksi jagung domestik.
Persoalan lain yang menghambat pengembangan tanaman jagung di Nabire adalah masalah harga. Walaupun kapasitas pasar cukup besar namun harga jagung tergolong rendah.
Maka pada tanggal 6 Mei 2023 bertempat di kampung Maidey, Distrik Makimi, Nabire, Kelompok Tani Melani Putera Papua melalui ketua kelompoknya Bapak Petrus Ukago mengundang Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah untuk bersama sama melakukan panen jagung.
Kehadiran Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah diwakilkan oleh Pelaksana Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta didampingi beberapa Staf dan PPL.
Jenis Jagung yang dipanen adalah jenis Betras yang memiliki spesifikasi warna bulir kuning orange, ukuran tongkol 19 x 4.5 cm serta potensi hasil 10 ton perhektar dan tahan penyakit hawar dan karat daun.
Pesan Benny G. Lekatompessy, SP selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah yang disampaikan oleh pelaksana Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bernard N. Sulistyo, SP., M.Si, menyampaikan Permohonan maaf bahwa ketidak hadiran Kepala Dinas karna sedang dalam perawatan kesehatan di luar daerah.
Selanjutnya disampaikan bahwa dengan kehadiran Provinsi Papua Tengah dan Nabire sebagai ibukota provinsi maka diharapkan lahan lahan yang berpotensi untuk kegiatan pertanian agar dilakukan usaha budidaya tanaman diatas tanah tersebut guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Perkiraan hasil panen jagung yang akan dipanen nantinya diperkirakan akan memperoleh kurang lebih 3 sampai 4 ton perhektar kering pipil.
Selanjutnya Petrus Ukago, selaku Ketua Kelompok Tani Melani Putera Papua menyampaikan harapannya kepada pemerintah baik itu Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah agar memperhatikan harga jagung ditingkat petani serta ketersediaan pupuk yang tepat waktu. Dengan adanya ketetapan harga jagung pipil yang sesuai dengan harapan petani dan ketersediaan pupuk yang tepat waktu maka minat petani membudidayakan jagung akan meningkat.
Perlu diketahui bahwa Ketua Kelompok Tani Melani Putera Papua Petrus Ukago merupakan salah satu petani papua di Nabire yang sukses di bidang pertanian, selain membudidayakan jagung serta tanaman sayuran Petrus Ukago juga beternak sapi dengan jumlah ternak sapi sebanyak kurang lebih 20 an ekor serta memiliki kolam ikan.
[Nabire.Net]






Leave a Reply