Kehilangan 3 Teman Gurunya, Guru SD Negeri 2 Nabire Ingatkan Warga Jangan Sepelekan Covid-19

Nabire, Kehilangan orang-orang yang kita kasihi merupakan pukulan berat bagi kita yang ditinggalkan. Hal itulah yang dirasakan oleh guru SD Negeri 2 Nabire (sebelumnya diberitakan SD Santo Petrus Nabire), Yohanes Kuncahyo, saat berbagi kesedihannya bersama Nabire.Net.
Kuncahyo menceritakan di awal tahun 2021 ini, ia sudah kehilangan tiga orang sahabatnya yang diduga terkena Covid-19.
Namun Kuncahyo tetap merasa prihatin, karena di tengah tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di Nabire, tidak membuat warga sadar akan pentingnya menjaga protokol pencegahan kesehatan Covid-19.
“Awalnya, Romo saya, Romo Agus, hampir tidak selamat akibat Covid-19. Syukurlah karena mujizat Tuhan, beliau bisa sembuh. Namun tak lama berselang, pengawas sekolah saya, Pak Samuji, meninggal dunia setelah dikarantina selama 9 hari,” kata Kuncahyo.
Kuncahyo juga menceritakan bahwa sebelumnya, tetangga dari almarhum Pak Samuji juga meninggal karena sama-sama dikarantina di ruang isolasi covid RSUD Siriwini.
Lanjut Kuncahyo, ia juga kehilangan teman gurunya yang lain, yaitu Pak Gerke Pesik, guru di salah satu SMK di Nabire. Walaupun ia tidak mengetahui pasti penyebab meninggalnya sahabatnya tersebut.
Terbaru, salah seorang guru di SMK yang ada di Nabire atas nama Bapak Pujiono juga meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19. Almarhum Pujiono adalah satu klaster dengan almarhum Gerke Pesik.
“Saya sangat prihatin dan cemas. Hati saya terlalu sedih dalam suasana hati yang berduka. Bagaimana tidak, dalam waktu kurang dari 50 hari saya kehilangan sahabat-sahabat saya dan juga ibu saya sendiri. Kejadian-kejadian ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan, sehingga saya tidak sanggup menulisnya saat itu,” kata Kuncahyo sedih.
Oleh karena itu Kuncahyo berharap pola pikir warga di Nabire harus diubah, agar mau patuh dan taat protokol kesehatan. Jangan anggap Covid-19 ini hal yang sepele. Memang hidup manusia ditentukan Tuhan, tetapi perlu bijak untuk lebih waspada dan patuh protokol kesehatan.
Kuncahyo juga meminta pemerintah kabupaten Nabire untuk selalu mengedukasi warga masyarakat, menertibkan warga yang tidak mau patuh dan taat pada protokol kesehatan.
[Nabire.Net]


Leave a Reply