Kadis Pariwisata Nabire Paparkan Rencana Pengembangan Sektor Pariwisata di Nabire Papua Tengah

Nabire, 3 Oktober 2024 – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire, Martina Deba S.E, memaparkan rencana pengembangan sektor pariwisata di Nabire yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah tersebut, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam penjelasannya kepada Nabire.Net, Kamis (03/10), Martina menyebutkan bahwa ada dua kategori objek wisata yang dikelola di Kabupaten Nabire, yaitu objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah (Aset Pemda) dan objek wisata yang dikelola oleh perorangan.
Salah satu aset pariwisata yang dikelola oleh pemerintah adalah Pantai Wisata Gedo, yang memiliki tarif masuk sebagai berikut:
1. Sepeda motor: Rp10.000
2. Mobil: Rp30.000
3. Bus atau kendaraan roda 6: Rp150.000
“Pantai Wisata Gedo juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti homestay, kolam renang, dan pemandangan alam yang sangat indah. Ini menjadi daya tarik yang luar biasa baik bagi wisatawan lokal maupun internasional,” ujar Martina Deba.
Martina Deba juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang menyusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dengan menggandeng Konsultan Pariwisata dari Yayasan Bahtera Pariwisata Indonesia. Langkah ini diambil untuk menggali, mempromosikan, dan mengembangkan potensi pariwisata Nabire agar menjadi destinasi unggulan di Provinsi Papua Tengah.
Selain Pantai Gedo Martina juga menyebutkan beberapa objek wisata alam terkenal di Nabire, termasuk Teluk Cendrawasih yang dikenal dengan Ikan Hiu Paus Gurano Babintang, serta objek wisata alam lainnya seperti Air Terjun Bihewa, Kepulauan Nutabari, Pulau Moor, Pulau Hariti, Pulau Royne, dan Pulau Pepaya. Semua lokasi ini menawarkan keindahan alam yang potensial untuk menarik wisatawan.
Mengenai fasilitas akomodasi, Beliau menjelaskan bahwa hotel-hotel di Nabire sudah cukup memadai untuk menyambut para wisatawan. “Kami berharap fasilitas penunjang seperti hotel dan homestay terus ditingkatkan agar para wisatawan merasa nyaman. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik di Provinsi Papua Tengah,” katanya.
Kadis Pariwisata Nabire juga menekankan pentingnya pelestarian budaya di Nabire yang terbagi dalam dua wilayah adat, yaitu Wilayah Adat Saireri dan Wilayah Adat Meepago. Setiap tahunnya, Dinas Pariwisata menggelar pesta budaya untuk mengangkat dan mempromosikan nilai-nilai budaya dari 15 distrik di Kabupaten Nabire.
Di akhir pesannya, Ibu Martina menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nabire, Bapak Mesak Magai, dan Wakil Bupati, Bapak Ismail Djamaluddin, atas dukungannya sehingga Rencana Induk Pembangunan Pariwisata dapat disusun. “Melalui kepemimpinan yang kuat, kami yakin pariwisata Nabire akan berkembang dan dikenal luas baik di dalam negeri maupun internasional,” pungkasnya.
Martina Deba juga mengingatkan masyarakat yang ingin menggunakan aset Pemda seperti Taman Gizi, GOR dan Pantai Gedo, agar mengajukan surat permohonan izin ke Dinas Pariwisata sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2022.
[Nabire.Net/Marsel/Yosi]






Leave a Reply