INFO NABIRE
Home » Blog » John Gobay : “Banyak Pengusaha Tambang Atau Kayu Di Nabire Tapi Tak Berimbas Positif Bagi Kehidupan Warga Nabire”

John Gobay : “Banyak Pengusaha Tambang Atau Kayu Di Nabire Tapi Tak Berimbas Positif Bagi Kehidupan Warga Nabire”

Sekretaris II Dewan Adat Papua, John NR Gobay, mengaku heran dengan banyaknya pengusaha baik tambang maupun kayu atau usaha lain di daerah ini tetapi tak berimbas positif bagi kehidupan warga di daerah ini. Oleh karena itu dirinya mempertanyakan kontribusi para pengusaha tersebut.

“Ada perusahaan yang ambil ijin kemudian hilang dan hanya bayar PNBP tetap tak ada aktivitas. Padahal rakyat butuh perubahan. Pemerintah juga diminta memberi ijin kepada para pengusaha untuk mengelola sumber daya alam bagi Pendapatan Asli Daerah dan mensejahterakan rakyat. Rakyat ingin perubahan dengan potensinya”, ungkap John.

“Selama ini saya melihat PT Tunas Anugerah papua di Mosairo yang saya nilai biar punya lahan kecil tapi bisa berbagi hasil bagi warga di Nifasi. Ini yang penting karena investasi adalah untuk kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya”, tuturnya.

Ditambahkan John, banyak perusahaan yang bermanuver untuk ingin kerja didekat wilayah PT Tunas Anugerah Papua, dan menggunakan rakyat hanya untuk mengganggu perusahaan yang sedang kerja di Mosairo.

“Yang saya tahu tiap ijin diberikan wajib dalam 6 bulan harus ada kegiatan bukan pegang ijin tapi langsung hilang, saya khawatir, ijin tersebut digunakan untuk jaminan di Bank,” kata John.

John mengingatkan, sesuai uu no 4 thn 2009 tentang minerba pasal 138, pemilikan iup/iupk bukan merupakan kepemilikan tanah. Ini jelas jagann tanah dijadikan jaminan tanpa sepengetahuan pemilik tanah.

Kemudian pada pasal 135 uu 4/2009 pemlik iup dan iupk jika kerja harus dengan persetujuan pemilik tanah, ini kunci untuk rakyat bernegosiasi tentang kompensasi. Kali selama ini dibuat diam-diam ya kan rugikan rakyat, apalagi yang lepas bukan pemilik tanah tapi penggarap, ini salah besar karena bukan pemilik hak ulayat. Dengan pola tersebut, menurut john, akan dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk mengadu domba rakyat demi nafsunya, dan ini harus dilawan.

“Saya tadi katakan, pengusaha jangan bicara seperti malaikat, orang Papua sudah bosan dengan kata-kata madu, mereka butuh sesuatu yang nyata, kalau mau kasih ya kasih jangan janji, tutur John.

John juga mengingatkan supaya masyarakat kalau bukan pemilik ulayat jangan mengaku punya hak ulayat di Papua, di papua hak ulayat ada syaratnya, ada ukurannya, dimana bekas rumah moyang, apa cerita silsilahnya, sejarahnya dengan tanah, dan masih banyak lagi.

Kalau di Nabire, ya terkait juga dengan perang hongi, ada tawanan perang, ada juga kaum migran, ada yang datang ke satu tempat yang sudah ada disana, jadi John berharap mari kita jujur.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.