INFO NABIRE
Home » Blog » Jenazah Korban Penikaman Warga Di Dogiyai Rencananya Akan Dimakamkan Di Kampung Halamannya

Jenazah Korban Penikaman Warga Di Dogiyai Rencananya Akan Dimakamkan Di Kampung Halamannya

2

(Jenazah Melky di RSUD Nabire/Dok. MajalahSelangkah.Com)

Melky, warga asal Toraja yang tewas akibat dihakimi massa di Dogiyai dan bekerja sebagai seorang tukang bangunan sudah dibawa ke Nabire menggunakan AviaStar.

Pihak keluarga korban rencananya akan mengirimkan jasad korban untuk dimakamkan di kampung halamannya di Sulawesi.

Selain Melky, satu orang tukang bangunan lainnya terkena lemparan batu di kepada dan mengalami luka. Namun berhasil selamat.

Menurut keterangan para saksi mata, setelah terjadinya tabrakan antara truk, massa yang tidak terima dengan kejadian tersebut mencari sopir yang berinisial L yang mengamankan diri di Pos Brimob. Tapi karena tidak berhasil menemui pelaku dan dihalau aparat Brimob dengan tembakan sehingga melukai 3 warga, warga akhirnya pulang.

Dalam perjalanan pulang warga mendapati Melky yang saat kejadian tengah menonton kejadian. mencari pelakunya yang juga pendatang. Korban pun dihakimi oleh massa sebagai bentuk balas dendam karena tidak mendapati pelaku tabrakan yang diamankan aparat Brimob.

Korban Melky yang di perkirakan berusia 28 tahun meninggal dikarenakan mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, leher dan di tusuk benda tajam di bagian perut.

Post Related

Leave a Reply

  • anis
    8 May, 2014 19:44 at 19:44

    hal ini sangat disesalkan. kami tahu kondisi di Papua apalagi masyarakat pegunungan tengah. ada masalah dikit langsung main keroyok atau massa. contoh senggol babi aja, babinya ga luka didenda. makanya si sopir yang menabrak mengamankan diri di pos brimob karena takut dihakimi massa. tindakan aparat brimob sudah benar dengan tidak menyerahkan tersangka karena pasti tersangka akan dihakimi oleh massa. dan anehnya justru org yg tidak bersalah dihakimi oleh massa. hal seperti ini harus diubah. masyarakat khususnya di daerah pegunungan jangan main hakim sendiri. kalian rajin beribadah tapi hal itu tidak kalian tunjukkan dalam kehidupan kalian. pembalasan itu bukan hak manusia tapi hak Tuhan.

Your email address will not be published.