News & Info
Home » Blog » Jalan Darat Nabire – Ilaga Mulai Rusak

Jalan Darat Nabire – Ilaga Mulai Rusak

Ruas Jalan Darat bertipe nasional yang dibangun sejak tahun 1980-an itu kini terlihat mulai menunjukkan kerusakan. Hal itu terjadi lantaran hujan deras terus menguyur sepanjangan pegunungan tengah, termasuk wilayah Paniai. Akibatnya jalan darat mulai rusak.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai, Frans Magai, S.Sos mengatakan, jalan ini dikerjakan oleh pemerintah Provinsi dan Pusat. Sehingga perlu perhatian khusus. Sebab jalan ini sudah patah di beberapa bagian ruas jalan yang urgen.

“ jalan nasional ini harus diperhatikan”paparnya serius. Magai Mengungkapkan, upaya peningkatan Jalan darat berskala nasional itu sudah dibangun dengan baik. Sebab dari kondisi yang buruk menjadi baik, bahkan dulu bisa berhari-hari di tengah jalan namun sekarang bisa ditempuh hanya dalam 5-6 jam dari Nabire ke Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

Hanya saja jalan darat yang sudah diaspal itu sudah mulai menunjukkan rusak. Hal itu kita bisa lihat di beberapa ruas jalan yang mulai patah akibat terkena air hujan yang berkepanjangan. Jika kita menoleh ke belakang, perjuangan membangun jalan tersebut sudah memakan biaya, tenaga dan waktu.

Hal itu dilakukan pemerintah guna membuka isolasi daerah, terutama dalam membangun aspek infrastruktur jalan dan jembatan. Sepak juang para kontraktor membangun medan yang begitu berat sangat dijempol.

Dalam keadaan yang begitu bahaya bisa tembus hingga di pedalaman Paniai (Kab. Dogiyai, Kab. Deiyai, Kab. Paniai). Dulu bisa bermalam bahkan memakan seminggu di jalan.

Sekarang tidak lagi. Kini sudah di aspal tinggal beberapa kilometer yang belum di aspal. “semua itu upaya pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua guna memajukan daerah yang terisolir,”ungkapnya.

Kata Magai juga alumlus Uncen Jayapura ini, kondisi jalan yang mulai rusak itu ada beberapa faktor, pertama, soal hujan yang terus menerus, hal itu berimbas fatal pada resapan air dalam tanah yang berstatus dinamis.

Aspek lain adalah struktur tanah yang dinamis sehingga mestinya dari awal para kontraktor yang mengerjakan harus mencari tempat atau ruas yang tidak mudah longsor.

“jika tidak mendapat perhatian serius dalam beberapa minggu terakhir ini maka akan terjadi kefatalan yang berimbas pada macetnya perekonomian di 3 Kabupaten ada di wilayah Paniai lama,”paparnya.

(Sumber : tigibarat.com)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.